denali
Calon tim atlet AIDeX melatih fisik dan teknik pendakian dengan menyeret ban truk di daerah Cangar, Pacet, Mojokerto. (Foto: Dokumentasi UKM Wanala)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pendakian oleh tim atlet Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Wanala Universitas Airlangga menuju puncak tertinggi di belahan bumi utara telah menuai keberhasilan.

Ketiga atlet yang beranggotakan Muhammad Faishal Tamimi (mahasiswa Fakultas Vokasi/2011), Mochammad Roby Yahya (mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), berhasil mencapai puncak Denali, Kamis (15/6) lalu.

Kesuksesan tim atlet AIDeX Wanala dalam menggapai Denali menambah catatan keberhasilan para pendaki yang mendaki tiang langit utara tersebut. Disampaikan oleh pemandu tim atlet AIDeX Sofyan Arief Fesa, sampai tanggal 26 Mei 2017, tercatat sebanyak 1.032 pendaki yang berusaha mencapai puncak gunung setinggi 6.194 meter di atas permukaan laut.

“Menurut data di Denali, tahun ini terdaftar 1.032 pendaki. Saat ini di gunung ada 465 pendaki yang sudah selesai 131 pendaki, yang sampai puncak baru 20 orang. Berarti, hanya 15 persen tingkat kesuksesannya,” tutur pemandu yang akrab disapa Ian itu.

Data tersebut diperoleh di Talkeetna Ranger Station sebelum para atlet memulai pendakian tanggal 27 Mei waktu setempat.

Mereka berhasil mendaki Denali setelah mereka menempuh jarak sejauh 2,5 mil dari kamp lima di ketinggian 17.200 kaki. Waktu tempuh pendakian memakan waktu hampir 12 jam dengan kondisi cuaca snow showers (anomali cuaca cerah dan hujan salju) dan ketebalan salju mencapai 27 sentimeter. Selain itu, temperatur di puncak Denali mencapai minus 47 derajat Celcius.

BACA JUGA:  Tak Ada Rintangan, Tim Atlet Siap Mendaki Denali

Keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari persiapan yang berlangsung selama 18 bulan. Persiapan ekspedisi telah dimulai sejak bulan Oktober 2015. Dalam persiapan tersebut, mereka melaksanakan rangkaian uji kesehatan, psikologis, hingga melatih teknik pendakian, ketahanan fisik, psikologis, dan mental.

Keberhasilan dalam pendakian Gunung Denali merupakan kebanggaan tersendiri bagi tim ekspedisi. Pasalnya, Denali merupakan salah satu gunung tersulit dalam rangkaian seven summit dunia.

“Trek di Denali cukup panjang. Tim harus menempuh perjalanan sejauh 79 kilometer dari base camp untuk menuju puncak. Bila ditotal mereka harus menghabiskan waktu selama 19 hari dari perjalanan base camp menuju puncak,” imbuh Wahyu Nur Wahid yang merupakan manajer ekspedisi.

Faishal yang juga ketua ekspedisi menuturkan bahwa seven summits adalah wujud kecintaan organisasi Wanala kepada alam dan tanah air.

“Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, maka ini adalah cara kami menunjukkan harga diri kami sebagai sebuah organisasi,” ujar Faishal.

Selama persiapan hingga pendakian, tim AIDeX banyak dibantu oleh PT. PP Properti dan PT. Pegadaian Persero.

Denali bukanlah puncak pertama yang berhasil didaki oleh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Wanala). Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah digapai tim adalah Puncak Carstenz Pyramid (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits anggota UKM Wanala.

Penulis: Defrina Sukma S

Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone