aplikasi
MAHASISWA UNAIR mendampingi beberapa ibu hamil mempraktikkan penggunaan aplikasi mobile untuk melihat deteksi dini pre-eklamsia. (Ft : Dok PKM-KC)
ShareShare on Facebook156Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Tingginya angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia akibat pre-eklamsia, yakni 359 kasus per 100.000 kehamilan, masih sangat memprihatinkan. Ini merupakan penyebab kematian ibu tertinggi nomor dua. Guna membantu menurunkan angka keprihatinan itu lima mahasiswa Universitas Airlangga berhasil membuat perangkat aplikasi berbasis mobile. Dengan aplikasi berbasis android ini maka mudak diakses dan deteksi dini pre-eklamsia mudah diketahui.

Lima mahasiswa UNAIR yang berinovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Cipta (PKM-KC) ini adalah Shervil Kagayaita Sayko, Rida Mahrani Harahap, Sita Aulia, Editia Yuniawati (mereka dari Prodi Pendidikan Bidan FK) dan Mardhatilah Syauqina Putri (Fakultas Keperawatan).

Pre-eklampsia adalah suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria yang muncul pada tri-smester kedua kehamilan. Meski bisa pulih pada periode pascanatal, kehamilan dengan pre-eklamsia digolongkan sebagai kehamilan berisiko tinggi akibat dampak dari komplikasi jika gejala pre-eklamsia tidak tertangani. Misalnya adanya gangguan pada sistem kardiovaskuler, kelahiran prematur, kejang, hingga kematian janin dan ibu.

Menurut Shervil Kagayaita Sayko, memilih memakai aplikasi mobile itu, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna smartphone yang besar, dan penggunanya merata dari semua kalangan usia dan status ekonomi. Selain itu aplikasi-aplikasi berbasis android merupakan yang paling diminati karena sifatnya open-source, bisa diakses bebas dan terbuka bagi siapapun yang ingin mengembangkan.

Faktor lain sehingga memilih cara aplikasi ini, karena setelah mempelajari 30 artikel dan jurnal, diketahui apa saja yang menjadi faktor resiko dan pencetus terbesar pre-eklampsia. Faktor resiko itu kemudian dijadikan pertanyaan pada skrining pertama. Kemudian dilakukan penentuan scoring dan membuat perancangan konten aplikasi, dilanjutkan proses pembuatan aplikasi.

Dijelaskan oleh Shrvil, setelah aplikasi dibikin lalu timnya melakukan proses web service dan pembuatan aplikasi web. Kemudian dilakukan uji kepakaran kepada ahli obstetri dan ginekologi (kebidanan dan kandungan) agar aplikasi ini tepat dalam mendiagnosis. Juga diujikan kepada ahli bahasa untuk menyempurnakan bahasa yang digunakan dalam aplikasi, dan kepada ahli teknologi agar konten aplikasi ini layak dipublikasikan.

”Setelah semua uji kepakaran selesai, kami mendaftarkan aplikasii ini ke Hosting Domain PE-Detector dan kemudian launcing ke Play store,” terang Shervil.

Dari uji coba, diketahui bahwa aplikasi ini membantu ibu hamil untuk mengenali gejala dan tanda-tanda pre-eklampsia yang dikonstruksi lewat data subjektif dan data objektif. Data subjektif mencakup karakteristik kehamilan yang dapat langsung diisi oleh si ibu hamil itu sendiri. Misalnya usia, pendidikan, paritas (frekuensi hamil), kepatuhan untuk kunjungan kehamilan, riwayat kesehatan dan hipertensi hingga faktor anemia yang dapat memperberat risiko komplikasi akibat pre-eklampsia.

Diterangkan oleh Shervil, data objektif itu didapatkan dari perhitungan Body Mass Index, Roll-Over Test dan Mean Arterial Pressure lewat pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Data ini nanti akan dikalkulasi dan dikategorikan menjadi nilai resiko. Nilai resiko inilah yang nanti akan membantu tenaga medis dalam mendeteksi sejak awal hingga mampu memberikan intervensi yang diperlukan agar tidak berkembang menjadi pre-eklamsia atau bahkan eklampsia.

”Kami sangat berharap dengan aplikasi ini mampu membantu para ibu hamil dan tenaga kesehatan dalam mengenali resiko pre-eklamsia sejak dini, sehingga dapat menekan angka kejadian pre-eklampsia dan meminimalisir resiko komplikasi kehamilan di kemudian hari, yang akhirnya Indonesia bebas pre-eklampsia,” tandas Shervil Kagayaita Sayko. (*)

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook156Tweet about this on Twitter0Email this to someone