Akademisi FH Jadi Peneliti Tamu di NUS Law School

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
nus
Herlambang saat memberi kuliah tamu di National University of Singapore Law School. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dr. Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., M.A menjadi akademisi pertama Fakultas Hukum se-Indonesia yang diundang oleh Center of Asian Legal studies (CALS) National University of Singapore Law School untuk melakukan kolaborasi riset. Kolaborasi riset itu berlangsung sejak Mei hingga Juni 2017.

CALS merupakan salah satu pusat studi ternama di Asia yang didirikan pada tahun 2012. Lembaga ini menjadi bagian dari strategi hukum NUS untuk memposisikan diri sebagai sekolah hukum dalam skala Asia. Lembaga ini juga mengkaji perkembangan hukum di kawasan Asia.

“Di sana diajak berkolaborasi melakukan penelitian dan menulis, baik dalam bentuk buku maupun artikel jurnal. Selain itu juga mengisi kuliah tamu serta menjadi narasumber dalam dua konferensi mengenai bedah buku bertajuk pluralism jurisprudence serta tantangan menjadi lawyer,” ungkap salah satu pengajar Hukum Tata Negara tersebut.

Tak hanya itu, di NUS Herlambang juga memberikan kuliah dengan topik “Adat Court in Indonesia’s Judicial System: Constitutional Law Analysis” yang dihadiri oleh para dosen, profesor, serta mahasiswa dari berbagai jenjang.

“Respon mereka sangat baik. Hal itu dapat dilihat dari antusias mereka saat bertanya. Dalam kesempatan tersebut, saya mendapat sekitar 20 pertanyaan. Bahkan waktu diskusi yang disediakan terasa kurang,” tutur Herlambang kepada UNAIR NEWS Kamis (15/6).

Ada hubungan yang terjalin baik antara FH UNAIR dengan NUS. Sebelumnya, salah satu pengajar NUS pernah diundang ke FH UNAIR untuk memberikan kuliah tamu. Dari kerjasama itulah akhirnya Herlambang diundang untuk melakukan penelitian di fakultas hukum universitas terbaik di Asia tersebut.

Menjadi peneliti maupun dosen tamu di universitas luar negeri bukan hal baru bagi Herlambang. Sebelumnya, Herlambang kerap memenuhi undangan dari berbagai universitas di luar negeri, seperti Asia Research Center Murdoch University, Australia (2012), Graduate School of International Development Nagoya University, Japan, (2015), serta Vietnam National University Law School dan Cantho University Law School, Vietnam, (2017).

“Saya berharap dengan adanya kesempatan dan kerjasama ini menjadikan hubungan FH UNAIR dan NUS Law School semakin kuat. Bagi saya, profesi akademisi sungguh menyenagkan apabila kita benar-benar tertarik untuk mendalaminya. Keilmuan harus ditempatkan untuk kemajuan Indonesia,” imbuh laki-laki peraih penghargaan Ashoka tahun 2001 ini.

Bila tidak ada halangan, usai menyelesaikan penelitian di NUS Herlambang akan menghadiri undangan di Melbourne Law School sebagai dosen tamu. (*)

Penulis : Pradita Desyanti

Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu