Pertunjukkan UKM Mata Angin begitu atraktif (Sumber: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSEvent tahunan UKM Teater Mata Angin dihelat pada 23 Mei 2017. Gelaran bertajuk “Renoviesta” dengan tema Dialog Rasa Dalam Bingkai Cinta itu mementaskan tiga naskah pertunjukkan di Gedung Cak Durasim. Masing-masing berjudul Kisah Cinta dan Lain-Lain (disutradarai oleh Ryan Chrisharo Halim, FISIP 2016), Sumur Tanpa Dasar (Faris Imam P., Vokasi 2016), dan Pinangan (Syeka Maulana, FEB 2016).

Tak kurang dari 400 penonton dari beragam latar belakang hadir dalam acara tersebut. Selain para pecinta teater, terdapat pula para pelajar, mahasiswa, pegiat seni, dosen, dan lain sebagainya.

Kekompakan para pemain menjadi kunci sukses (Sumber: Istimewa)

Tepuk tangan meriah terdengar menggema di venue acara tatkala pertunjukkan berakhir. Mereka yang selama penampilan terlihat “khidmat” menikmati, dibuat takjub begitu para pemain menyelesaikan akting. Pengunjung merasa terhibur dan dibuat kagum.

“Para aktor dan tim inti pertunjukkan adalah mahasiswa UNAIR angkatan 2016 atau anggota baru UKM kami. Sebagai proses pengaderan sekaligus branding rutin tahunan bagi Mata Angin,” ungkap Fitri Rismayanti, ketua Teater Mata Angin. “Renoviesta kali ini berusaha memberikan pandangan cinta yang universal,” imbuhnya.    

Akting yang optimal mengundang decak kagum (Sumber: Istimewa)

Yang tak kalah menarik, selain menampilkan teater, “Renoviesta” juga dimeriahkan dengan Lyrical Dance dari UKM Orchestra.

Diharapkan, melalui acara ini, Teater Mata Angin bisa dikenal lebih luas. Sedangkan di internal anggota, terbentuk keakraban dan rasa persaudaran yang lebih dalam. Sebab, dalam sebuah aktifitas teater, kerja tim merupakan kunci utama kesuksesan.

Selama ini, Teater Mata Angin kerap ikut bersumbangsih mengharumkan nama UNAIR. Antara lain, pada 23 sampai 25 April lalu di Universitas Surabaya. Pada event regional Jawa Timur bertajuk “Festival Teater” itu, Teater Mata Angin menjadi yang terbaik setelah membawakan naskah Malam Jahanam. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.