ASIIN
Dr. Iring Wasser, Managing Director of ASIIN (tengah) saat diterima di ruang rektor. (Foto: Binti QM)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga sedang menyiapkan lima prodi jenjang S-1 menuju akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics). Lima prodi itu adalah S-1 Kimia, S-1 Biologi, S-1 Fisika, S-1 Matematika, dan S-1 Pendidikan Apoteker.

Untuk mempersiapkan visitasi yang rencananya akan dilakukan pada November 2017 nanti, Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR mendatangkan narasumber Dr. Iring Wasser, Managing Director of ASIIN.

“Sebetulnya sesuai kontrak rencana, visitasi dilakukan Maret 2018. Tapi mereka menawarkan untuk dimajukan. Karena berdasarkan penilaian mereka, UNAIR sudah siap untuk divisitasi Nopember 2017. Tapi bergantung kesiapan prodi,” ujar Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., Ketua Panitia Akreditasi ASIIN UNAIR.

Persiapan dalam rangka akreditasi itu diikuti oleh pimpinan maupun staf dari masing-masing prodi yang akan dilakukan akreditasi. Helmy mengatakan, pada April lalu masing-masing prodi telah mengirim dokumen kurikulum yang digunakan sebagai penilaian awal akreditasi.

Urgensi Akreditasi ASIIN

Akreditasi ASIIN diperlukan untuk memastikan bawa lulusan yang dihasilkan UNAIR diakui dunia. Sebab saat ini tren yang muncul adalah dengan memiliki akreditasi ASIIN, lulusan bisa diterima tanpa diragukan, baik yang akan melanjutkan studi maupun yang akan berkarir di level internasional. Visitasi pada Nopember nanti akan dilakukan oleh 12 orang asesor dari Jerman.

BACA JUGA:  FKM Gelar Seminar Internasional Bahas Kesehatan dan Lingkungan

Sementara itu, selain persiapan akreditasi ASIIN, akreditasi lain di UNAIR juga sedang berjalan. Seperti persiapan akreditasi The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization (ABEST21) dan ASEAN University Networking-Quality Assessment (AUN-QA).

“Bidang sains ada akreditasi ASIIN dari Jerman, bidang sosial ekonomi ada akreditasi ABEST21 dari Jepang. Yang sudah teraktreditasi A kita proyeksikan untuk tersertifikasi AUN. Kalau sudah AUN, kita coba untuk akreditasi internasional,” tambah Helmy.

Sementara itu Dr., Riesta Primaharinastiti, S.Si, MSi., Apt. Wakil Dekan I Fakultas Farmasi mengatakan, saat ini ia dan tim sedang menyiapkan beberapa hal menuju akreditasi ASIIN. Seperti Self Assessment Report (SAR), modul handbook, staf handbook, maupun konten dan tampilan website.

“Harapan kami ada support dari universitas terutama terkait dengan sistem monitoring matakuliah, sehingga mengurangi hal-hal yang harus dikerjakan sendiri-sendiri oleh prodi. Support dalam hal fasilitas maupun kecanggihan atau kebaruan website. Agar nantinya kalau sudah terakreditasi ASIIN, sangat mendukung program internasionalisasi sekaligus mendukung UNAIR menuju 500 dunia,” ujar Riesta. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor    : Nuri Hermawan

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone