SMPLB
USAI praktik menggambar design Aquascape, para siswa SMPLB Negeri Banyuwangi, didampingi beberapa mahasiswa prodi Budidaya Perairan PSDKU UNAIR Banyuwangi. (Foto: Dok PKMM).
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

 

UNAIR NEWS - Pada banyak penelitian sebelumnya, seringkali ditemukan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki sifat yang cenderung individual dan memiliki kemampuan kurang dalam berkomunikasi. Siswa di SMPLB Negeri Banyuwangi terdiri dari penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna grahita. Namun, mereka mudah tertarik akan hal-hal baru yang bersisfat ‘do action’.

Dari itulah muncul ide Program Kreativitas Mahasiswa untuk bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Aquascape Care (“Acar”) yang dilaksanakan oleh lima mahasiswa UNAIR PSDKU Banyuwangi. Tujuannya sebagai  sarana peningkatan jiwa sosial dan kreativitas pada anak berkebutuhan khusus di SMPLB Negeri Banyuwangi.

Kelima anggota PKM-M “Acar” tersebut adalah M. Reynaldy Thoriq Al Islam (ketua/angkatan 2016), Novia Salmatin (2016), Alvin Avia Aprilliana (2016), M. Fatikh Wirawan (2015), dan M. Fauzi Zarkazi (2015).

Menurut M. Fauzi Zarkazi, Aquascape adalah sebuah bentuk perkembangan design aquarium handmade yang dibentuk sedemikian rupa, sehingga memiliki daya tarik baru. Pembuatan design dalam praktik Aquascape ini memungkinkan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk mengomunikasikan ide dan imajinasinya dalam suatu gambar.

Beberapa program kerja yang telah dilaksanakan antara lain: sosialisasi serta pembelajaran pemotongan dan pengeleman kaca menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan, penggunaan video sebagai media visualisasi, supaya anak-anak mudah dalam memahami materi yang sedang disampaikan.

”Kemudian juga pembentukan kelompok untuk membuat dan menghias akuarium dengan didampingi oleh satu mahasiswa dan guru. Minggu berikutnya yaitu ajang kreativitas menggambar bagi siswa. Tetapi sebelumnya kepada anak-anak diperlihatkan video tentang aquascape supaya mereka dapat berimajinasi,” tambah Fauzi Zarkazi.

SMPLB
TESTIMONI peserta usai praktik menggambar design Aquascape di SMPLB Negeri Banyuwangi. (Foto: Dok PKMM).

Pada Minggu keempat, kegiatan yang diterapkan adalah pembuatan Aquascape. Alat dan bahan yang digunakan antara lain; carpet seet, pasir malang, berbagai aksesoris (seperti kayu, batu, dll), filter, pupuk, lampu 5/8 watt. Sebelum membuat Aquascape, anak-anak diberi pengarahan lewat video yang ditampilkan dan juga buku saku yang telah diberikan.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi antar-siswa dan meningkatkan pula kreativitasnya. Mereka sangat aktif dan antusias dalam membuat aquascape. Hasil dari aquascape ini kemudian disimpan oleh pihak sekolah. Kemudian setiap kegiatan yang telah dilakukan dilanjutkan dengan pre-test maupun post test sebagai indikator keberhasilan kegiatannya.

Program kelanjutannya yaitu pembentukan kader dan pengadaan pameran untuk siswa SMPB Negeri Banyuwangi yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).