Kafilah MTQ UNAIR Kembali Sabet Prestasi

UNAIR NEWS – Tim kafilah MTQ UNAIR cabang Hifdzil Quran kembali menyabet prestasi pada perlombaan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Tingkat Perguruan Tinggi pada 6-8 Juni lalu. Perlombaan yang diselenggarakan dalam Rangka Peringatan HUT TNI ke-72 itu diselenggarakan di Wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya.

Perlombaan diikuti oleh beberapa Universitas di Surabaya, seperti Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Airlangga. Dalam perlombaan itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MTQ UNAIR mengirimkan sebanyak 18 mahasiswa.

Anis Fauziyah mahasiswa Fakultas Keperawatan angkatan tahun 2013 menjadi juara terbaik I Golongan 10 Juz Putri. Sedangkan Dinda Az-zahra mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan tahun 2015 menjadi juara terbaik II Golongan 5 Juz Putri.

Mohammad Faiz Hayat selaku penanggung jawab MTQ UNAIR yang juga merupakan salah satu perwakilan peserta MTQ UNAIR mengatakan, para perwakilan UNAIR memang sangat bersemangat dalam mempelajari Al-Quran. Mereka juga sudah memiliki bekal ilmu sejak masuk ke perguruan tinggi.

“Sebagian dari mereka banyak yang berasal dari pondok pesantren. Jadi sudah terbiasa dengan perlombaan ini. Kami niatkan mengikuti acara ini sebagai kesempatan kami untuk muraja’ah hafalan serta melatih kembali tilawah kami,” terang Faiz.

UKM MTQ UNAIR tidak hanya mengirimkan perwakilan di cabang Musabaqah Hifdzil Quran, namun juga pada cabang Musabaqah Tilawah Quran serta cabang Banjari.

Kepada UNAIR NEWS Faiz mengatakan, tidak terdapat persiapan khusus untuk mengikuti perlombaan ini. Hal ini dikarenakan memang setiap hari para peserta sudah sering menggunakan waktu mereka untuk muraja’ah Al-quran.

“Ternyata Allah memberi lebih dari yang kami inginkan. Perwakilan kami ternyata menjadi juara dalam perlombaan tersebut. Alhamdulillah Allah telah memberi lebih,” tambah Faiz.

Faiz menuturkan, untuk mempelajari Al-quran apalagi menghafalkan Al-quran dapat dikatakan gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk bisa menghafalnya. Apalagi, ditambah dengan dukungan dari orang tua untuk tetap menjaga hafalan serta terus menambah hafalan hingga 30 Juz.

Untuk bisa menjadi Hafidz dan Hafidzah, menurut Faiz, seseorang harus pandai menjaga pergaulan. Seorang hafidz atau hafidzah juga harus ditashih atau dibimbing oleh guru Al-qur’an yang baik.

“Harapan yang kami inginkan untuk UKM MTQ UNAIR adalah tetap semangat dalam mecari ridho Illahi dan dapat menambah hafalan serta mempelajari kandungan Al-quran. Karena dengan mempelajari Al-quran lah, manusia dapat mengetahui isi seluruh alam semesta, sebab ridho Allah ada di dalamnya,” tutur Faiz. (*)

Penulis : Ainul Fitriyah

Editor    : Binti Q. Masruroh