Perbaikan Kualitas Kesehatan Butuh Kerjasama Semua Pihak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kuliah Tamu
KULIAH tamu Dirjen Kesmas Kemenkes dr. Anung Sugihantono bertajuk “Membangun Kesehatan Masyarakat di Indonesia untuk Mencapai SDG’s” di Aula Sabdoadi, FKM UNAIR. (Foto: Binti Q.M)

UNAIR NEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga mendatangkan dr. Anung Sugihantono untuk berbagi ilmu seputar pembangunan kesehatan masyarakat. Acara yang dihadiri mahasiswa jenjang S-1 hingga S-3 itu dikemas dalam kuliah tamu bertajuk “Membangun Kesehatan Masyarakat di Indonesia untuk Mencapai SDG’s”, Sabtu (27/5).

Bertempat di Aula Sumarto, FKM UNAIR, para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya seminar. Terlihat, meski acara diselenggarakan di hari pertama bulan Ramadhan, tak mengurangi semangat para peserta untuk hadir mengikuti kuliah tamu.

“Update pengetahuan kita hari ini tentang kesehatan masyarakat dan dampaknya bagi pembangunan bangsa. Semuanya ntuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Dekan FKM Prof Tri Martiana dalam sambutannya membuka kuliah tamu.

Dalam kesempatan ini, Anung selalu pembicara kunci berkali-kali menekankan bahwa pembangunan kesehatan harus dilakukan oleh semua komponen bangsa.

“Semua orang dari berbaai disiplin ilmu harus ngomong tentang kesehatan. Yang membuat inovasi teknologi bidang kesehatan saja, bukan dokter, tapi insinyur. Inilah kenapa kita semua harus turut andil dalam pembangunan kesehatan bangsa,” ujar Dirjen Kesmas Kemenkes ini mengawali seminar.

Dalam kesempatan wawancara dengan UNAIR NEWS, Anung mengungkapkan bahwa saat ini Kemenkes memang sedang giat menggandeng perguruan tinggi untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Pasalnya, perguruan tinggi memiliki tenaga yang bisa berintraksi secara langsung dengan masyarakat.

“Yang diharapkan untuk para akademisi adalah menguatkan pemerintah dalam dua aspek. Pertama, meningkatkan polese development dan improvement yang dilakukan oleh pemerintah. Kedua, menguatkan peran serta masyarakat dengan Tri Dharma yang dimiliki oleh perguruan tinggi,” tandasnya.

Anung menegaskan, pemerintah saja, tidak memiliki kesempatan banyak dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. Yang bisa dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, adalah menyadarkan semua komponen masyarakat agar turut serta.

“Kita tidak langsung bisa menurunkan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Usaha pemerintah adalah menyadarkan berbagai pihak, juga dengan kemeterian lain, bahwa kesehatan ada hubungannya dengan perilaku-perilaku yang diperbuat oleh mereka sendiri,” ungkapnya.

Anung juga mengimbau Kementerian lain agar bahu-membahu mengatasi problem kesehatan di Indonesia. Program kerja yang dijalankan Kementeran lain misalnya, jangan sampai berbenturan dengan misi yang telah dicanangkan oleh Kemeterian Kesehatan.

Saat ini, terkait dengan perbaikan kesehatan masyarakat di Indonesia, yang urgent untuk diperbaiki adalah perilaku masyarakat dalam merespon berbagai masalah yang berkenaan dengan kesehatan. Perilaku adalah sebagai kunci. Sebab, kesadaran yang paling hakiki tentang kesehatan adalah berawal dari kesadaran individu atau masing-masing masyarakat.

“Yang urgent untuk segera diperbaiki adalah perilaku. Perilaku individu, masyarakat, institusi, yang memang belum sesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan yang ada. Misalnya saja di Jakarta, perilaku institusi belum memungkinkan. Bagaimana anak mau sarapan kalau masuk sekolah setengah tujuh pagi?” tanya Anang. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu