shafa prasita
Shafa Prasita, salah satu calon mahasiswa baru termuda yang diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Shafa Prasita, calon mahasiswa baru (camaba) yang diterima di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga merupakan salah satu camaba termuda UNAIR yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ia dinyatakan diterima di FKG UNAIR pada usia 15 tahun.

Shafa, sapaan akrabnya, telah mengikuti percepatan belajar (program akselerasi) sejak duduk di bangku SMP. Akunya, ia cukup mengalami kesulitan waktu SMP. Namun demikian, ia mampu lulus percepatan belajar dengan prestasi yang patut diacungi jempol.

“Dari SMP sudah mengikuti program akselerasi. Kesulitan sih enggak terlalu. Paling ya waktu SMP itu. Karena program akselerasi waktu aku SMP baru dibuka pertama kali,” kenang alumnus SMPN I Sedati itu.

Uniknya, di waktu senggang, meski terhitung memiliki prestasi bidang akademik yang unggul, gadis kelahiran 21 Mei 2001 ini memiliki hobi membaca novel. Hobi ini bermula ketika kedua orangtuanya gemar membelikannya buku bacaan ketika Shafa kecil.

“Pada saat saya kecil, saya sering dibelikan buku cerita Kecil Kecil Punya Karya. Mulai dari situ saya senang sekali dengan membaca,” kenangnya.

Ada beberapa novel favorit Shafa, mulai bertema komedi hingga romantis. Tere Liye adalah penulis favoritnya.

“Apapun buku karya Tere Liye paling suka sampai sekarang. Apalagi yang judulnya Hujan. Kalau nganggur, ya, baca buku,” ucap gadis yang sempat mengikuti ektrakurikuler paduan suara ketika sekolah.

Kepada UNAIR News Shafa mengaku, kedua orangtua sangat mendukung segala cita-citanya. Salah satu dukungan itu, selain doa, adalah upaya menyediaan segala fasilitas dalam hal belajar.

“Orangtua sangat mendukung. Disediain apapun yang dimau untuk fasilitas belajar. Didorong untuk terus belajar dan tidak kalah dengan yang lain. Awalnya pengin masuk Fakultas Kedokteran (FK). Tapi masuk FKG. Ortu terserah maunya kemana,” pungkas putri dari pasangan Nanang Prasetiyono dan Zafnita ini.

“Karena sudah niat dari awal, jadi bikin jadwal. Tahu kapan kita belajar, dan tau kapan kita pergi untuk main dan berkumpul bersama keluarga. Percaya deh, hasil tidak akan mengkhianati usaha,” pungkasnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone