blue zone
Blue Zone: Environment, Security and Resources in the Indo-Pacific Maritime Realm. (Ilustrasi: Alifian Sukma)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – The Perth USAsia Centre dan Universitas Airlangga mengundang sivitas akademika untuk hadir dalam diskusi panel yang membahas tentang peluang dan tantangan bidang maritim yang dihadapi Indonesia dan Australia.

Diskusi panel bertema "The Blue Zone: Environment, Security and Resources in the Indo-Pacific Maritime Realm" akan diselenggarakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, Senin (22/5). Diskusi tersebut dihadiri empat panelis yang merupakan pakar di bidangnya.

Keempat panelis tersebut adalah Dino Patti Djalal (mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat), dan Prof. Stephen Smith (mantan Menteri Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Australia).

Selain kedua panelis di atas, ada pula Prof. Erika Techera (pengajar The University of Western Australia Oceans Institute), dan Prof. Sri Subekti Bendryman (pengajar UNAIR dan Sekretaris Jenderal Konsorsium Mitra Bahari Jawa Timur) sebagai panelis.

BACA JUGA:  UNAIR Siap Pertemukan Sebelas MWA PTN-BH dalam Suatu Forum

Dalam diskusi panel The Blue Zone tersebut, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, serta Menteri Pertambangan dan Minyak Bumi Australia Barat Bill Johnston akan memberikan sambutan.

Acara yang berlangsung pada pukul 14.30 sampai 16.00 tersebut akan dipandu oleh Prof. Gordon Flake sebagai moderator.

Acara diskusi panel ini merupakan bentuk kerjasama sister-province antara Jawa Timur dan Australia Barat. Selain itu, diskusi panel ini merupakan bagian dari konferensi tahunan “In The Zone” yang digelar Perth USAsia Centre.

Penulis: Defrina Sukma S

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone