banyuwangi
USAI memanen hasil budidaya ikan, warga Desa Tamansari bersama mahasiswa dan dosen pendamping, menikmati hasil olahan ikan mujaer dan patin dari kolam uji cobanya. (foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, tampak bersemangat sekali saat melaksanakan uji coba budidaya ikan mujaer dan ikan patin, di kolam ikan miliknya. Antusiasme itu terlihat jelas ketika melaksanakan kegiatan yang bertema “Pelatihan Terpadu Budidaya Perikanan 2017” bersama mahasiswa UNAIR PSDKU Banyuwangi, pekan lalu.

Dengan didampingi sejumlah dosen prodi Budidaya Perikanan UNAIR Banyuwangi, warga Desa Tamansari itu dengans enang melakukan uji coba budidaya hingga proses memanen ikan mujaer dan ikan patin.

Menurut M. Faizal Ulkhaq, S.Pi.,M.Si., pengajar program studi S-1 Budidaya Perikanan yang mendampingi kegiatan ini menjelaskan, bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat sivitas prodi Budidaya Perikanan. Tujuannya untuk membuka wawasan dan meningkatkan sumber pemasukan dari segi ekonomi dan meningkatkan kualitas pangan pada warga desa setempat.

”Hal ini kami lakukan karena melihat adanya potensi air yang cukup melimpah di Desa Tamansari, sedangkan kualitas airnya juga sangat bagus. Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan. Selain itu warga setempat juga sangat antusias ketika kami berikan pelatihan dan pembinaan tentang budidaya ikan ini,” lanjut Faizal.

Sementara itu Barirotul Azizah, salah satu mahasiswa program studi S-1 Budidaya Perikanan UNAIR Banyuwangi menambahkan, sebenarnya kegiatan ini sudah dilaksanakan sekitar enam bulan silam. Pada saat itu diawali dengan pelatihan kepada warga. Materinya mulai pemilihan bibit ikan, penyebaran bibit, hingga proses memanennya.

”Modal awalnya dari pihak kampus (UNAIR) yang menyiapkan, selebihnya untuk pengembangannya kami serahkan kepada warga setempat, tentunya dengan tetap ada pemantauan dari kami,” tambah Azizah.

Salah seorang warga yang mengikuti pelatihan, Supriyanto (35) mengungkapkan rasa senangnya dengan kegiatan ini. “Kolam ikan kami jadi terasa hidup. Sebab awalnya hanya ikan kecil, sekarang sudah bisa dipanen dan dikonsumsi. Ini semua karena airnya bagus jadi ikannya cepat besar dan sekarang sudah berkembang biak,” katanya. (*)

 

Penulis: Siti Mufaida

Editor: Bambang ES

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).