kkn tematik
Pelatihan kepada dosen pembina pembangunan desa pada program KKN-BBM Tematik. (Foto: Helmy Rafsanjani)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Masyarakat (KKN–BBM) Tematik Universitas Airlangga berikutnya akan mengusung model terbaru. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Prof. Dr. Jusuf Irianto.

“UNAIR adalah perguruan tinggi yang unggul di bidang kesehatan dan menjadi tema dalam KKN kali ini. Salah satu sasaran Sustainable Development Goals (SDGs/Tujuan-tujuan Pembangunan Global) adalah kesehatan. Kami ingin mensukseskan itu,” ucap Prof. Dr. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., selaku ketua LP4M Unair.

Model KKN Tematik yang digagas LP4M UNAIR ini merupakan pertama kali di Indonesia. Terkait implementasinya, LP4M UNAIR akan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Permasalahan kesehatan yang diadaptasi dalam KKN Tematik ini adalah gizi, kependudukan, penyalahgunaan obat-obat terlarang, dan revolusi mental.

“Misalnya, persoalan gizi. Masalah kesehatan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi masa depan yang tidak sehat,” tutur Jusuf.

Jusuf menyampaikan, pelaksanan KKN Tematik berikutnya akan membawa kultur baru. Yakni, meningkatkan kualitas kontribusi kepada masyarakat.

“Berhasil atau tidaknya ini juga dipengaruhi dosen pembina pembangunan desa (DP2D). Mereka akan membina mahasiswa di tempat yang sama dan akan berlangsung secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Terjun di sepuluh daerah

Pada pelaksanaan KKN–BBM Tematik yang akan dimulai 11 Juli–5 Agustus mendatang, sebanyak 3.500 mahasiswa dan 175 DP2D akan terjun mengabdi kepada masyarakat di 350 desa di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sepuluh daerah yang dimaksud adalah Banyuwangi, Sampang, Probolinggo, Nganjuk, Jember, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Surabaya.

Ahli manajemen sumber daya manusia itu mengatakan, pihaknya akan memonitor pelaksanaan KKN–BBM Tematik melalui laporan yang dikumpulkan oleh mahasiswa peserta. Pada pelaksanaan KKN–BBM Tematik mendatang, mahasiswa akan diminta untuk mengumpulkan data-data kesehatan. Selanjutnya, pada periode berikutnya lagi, mahasiswa diminta membuat program kerja.

“Periode berikutnya harus bisa merealisasikan progam dalam intervensi nyata. Bila sebelumnya masih melakukan pengumpulan data, maka periode berikutnya peserta harus bisa mengembangkan program kerja untuk mengatasi masalah sesuai dengan data yang ditemukan,” ungkap Jusuf.

Nantinya, setelah hampir tiga tahun KKN–BBM Tematik model baru diterapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi formatif dan somatif.

Dalam evaluasi tersebut, akan dilihat tingkat keberhasilan para mahasiswa peserta KKN–BBM Tematik dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka gizi buruk, membentuk pola hidup sehat dalam keluarga, dan menurunkan angka prevalensi penyakit menular.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone