edi subiakto
Drs. Ec. Edi Subyakto, Ak., M.Si., semasa hidup. (Foto: Istimewa/Ilustrasi: Alifian Sukma)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Suasana duka mengiringi kepergian akademisi sekaligus praktisi akuntansi, Drs. Ec. Edi Subyakto, Ak., M.Si. Salah satu dosen senior Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga tersebut berpulang pada usia ke-69 tahun.

Almarhum yang dikenal ramah dan cerdas ini meninggal pada usia ke-69  tahun. Edi, sapaan akrabnya, meninggal dunia pada Senin (15/5) sekitar pukul 23.55 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru.

Saat dijenguk kolega dosen Departemen Akuntansi beberapa hari sebelumnya, kondisi almarhum sudah dibius untuk mengurangi rasa sakit. “Pada hari Minggu, saya menjenguk almarhum. Kondisinya sudah dibius dan tidak menyangka almarhum akan berpulang secepat ini,” kata Drs. Agus Widodo Mardijuwono, M.Si., Ak.

Agus mengaku kehilangan sosok teman terbaiknya. Baginya, almarhum adalah teman yang baik, bersahabat, senang menolong, dan tidak pernah marah. Karakter khas mendiang yang mudah berbagi sudah ditanamkan sejak dulu, bahkan sejak masih menjadi mahasiswa.

“Sejak kami masih kuliah, kami bersama-sama mengajarkan dan menularkan ilmu kepada adik-adik tingkat yang membutuhkan,” tutur Agus yang juga Ketua Departemen Akuntansi.

Semasa hidup, almarhum dikenal sabar dalam membimbing mahasiswa-mahasiswanya. Sekitar tahun 1980, almarhum bersama Agus aktif menjadi tentor. Meskipun harus datang ke rumah-rumah dengan mengendarai motor, semangat yang tinggi untuk menyebarkan ilmu pengetahuan tidak menyurutkan niat almarhum untuk mencerdaskan bangsa.

Setelah lulus dari UNAIR dan menjadi dosen, almarhum tidak berhenti untuk mengembangkan potensi diri sebagai seorang akuntan, yaitu dengan menjadi praktisi sebagai akuntan publik. Ikhwal tersebut membuat almarhum dikenal sebagai akuntan yang luar biasa.

“Sebagaimana seorang dokter, seorang akuntan akan terasa manfaatnya ketika dapat menjadi praktisi di lapangan,” jelas Agus.

Dalam karirnya, Edy menjadi pengajar mata kuliah audit dan akuntansi keuangan sekaligus praktisi. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi D-3 Akuntansi dan Ketua Pusat Pengembangan Akuntansi FEB UNAIR. Di sisi lain, almarhum dikenal sosok ayah tauladan. Almarhum meninggalkan enam putra dan putri yang sebagian besar sudah sukses meniti karirnya.

Almarhum kini telah berpulang. Keluarga, sahabat, kolega, dan mahasiswa-mahasiswa terpaku kelu mendengar salah satu putra bangsa mendadak dipanggil-Nya pulang.

Selamat jalan Drs. Ec. Edi Subyakto, Ak. Msi, pahala untukmu akan terus mengalir lewat ilmu dan mahasiswa yang senantiasa berguna bagi nusa dan bangsa.

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone