Prodi Sastra Indonesia Tingkatkan Kualitas Capaian Pembelajaran

UNAIR NEWS – Guna membahas tentang kurikulum pembelajaran, Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Pertemuan Forum Program Studi Sastra Indonesia IV (PROPROSSI).

Pertemuan forum yang dihadiri para pengajar Sastra Indonesia senasional dilangsungkan di Surabaya, Selasa (9/5). Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, Ph.D, dalam sambutannya mengatakan bahwa capaian pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan pangsa kerja di level nasional maupun regional.

“Pemantapan capaian pembelajaran ini penting karena menyangkut kompetensi ahli yang diluluskan suatu universitas,” tutur Djoko.

Selain itu, Djoko mengharapkan agar prodi yang berdiri tahun 1988 ini bisa mengajukan diri untuk divisitasi asesor ASEAN’s University Networking (AUN). “AUN itu suatu jejaring universitas tingkat ASEAN dan UNAIR termasuk di dalamnya. Itu merupakan suatu assessment dari proses pendidikan. Sertifikasi itu menitikberatkan proses manajemen pendidikan,” tutur Djoko.

Dekan FIB Diah Ariani Arimbi, Ph.D., menyambut baik pelaksanaan acara ini. Diah menyebutkan, forum semacam ini bisa menjadi embrio lembaga akreditasi mandiri terutama untuk mengembangkan mutu prodi.

“Ada banyak perkembangan sejumlah kebijakan terkait prodi yang dikeluarkan Dikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) yang bisa menjadi tantangan dan potensi,” ucap Diah, dosen Departemen Sastra Inggris FIB UNAIR.

Ketua panitia acara sekaligus dosen Departemen Sastra Indonesia, Puji Karyanto, M.Hum., mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi soal capaian pembelajaran guna meningkatkan kualitas prodi.

“Kesepakatan yang dicapai dalam forum ini bermanfaat untuk iklim akademik di program studi Sastra Indonesia khususnya,” tutur Puji.

Sejak tahun 2015, prodi S-1 Sastra Indonesia UNAIR memperoleh akreditasi A berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Saat ini, pihak prodi terus memacu diri untuk memperoleh sertifikasi AUN. Berangkat dari sertifikasi prodi tingkat regional, diharapkan manajemen prodi dapat menaikkan level manajemen pendidikan untuk mendapatkan akreditasi internasional.

“Untuk menuju ke arah situ, S-1 Sastra Indonesia UNAIR tidak akan sampai satu tahun, karena manajemen pendidikan sekarang sudah sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku,” ucap Djoko dengan nada optimis.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S