festival rujak uleg
Tim Fakultas Psikologi saat disambangi Wali Kota Surabaya dalam Festival Rujak Uleg, Minggu (14/5). (Foto: Defrina Sukma S)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tim Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali menyabet predikat juara dalam gelaran Festival Rujak Uleg Kota Surabaya tahun 2017, Minggu (14/5). Predikat juara tersebut berhasil disandang setelah tim yang beranggotakan staf kependidikan mengikuti festival yang digelar di sepanjang Jalan Kembang Jepun, Surabaya.

Lima staf kependidikan yang berhasil membawa nama UNAIR harum dalam festival tahunan Kota Surabaya adalah Naning (koordinator), Faiza, Adina, Rustam, dan Agus Sinyo. Koordinator tim, Naning, mengatakan bahwa dirinya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dalam acara kuliner khas Surabaya tahun ini.

Secara kompak, tim mengenakan kostum dengan yang berkonsep nenek sihir. Ketika diwawancarai, Naning mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari kekhasan sivitas akademika Fakultas Psikologi yang mampu memberi pelayanan prima dalam bidang konseling.

“Konsep kostum yang kami usung kali ini bertema nenek sihir karena Psikologi kan suka ‘nyihir’ orang ya,” tutur Naning seraya tertawa.

Sekretaris Dekan Fakultas Psikologi itu bercerita, dirinya membagi tugas pada masing-masing anggota. Ada satu orang yang bertugas untuk mengikuti fashion show dengan mengenakan kostum unik, ada satu orang lagi yang bertugas meracik bahan-bahan rujak uleg untuk disajikan kepada juri. Tiga lainnya bertugas menyajikan rujak uleg kepada ribuan pengunjung yang hadir dalam festival tersebut.

Naning bercerita, kekhasan rujak uleg timnya terletak pada olahan bumbu. Ia meramu bumbu petis dengan bawang putih yang sudah ditumis berulang kali. “Kita menang di petisnya. Di situ aja kuncinya dan ditambahi bawang putih,” imbuh Naning.

Bumbu rujak uleg tersebut diguyur di atas bahan-bahan yang terdiri dari mentimun, cingur, tahu, tempe, lontong, kangkung, dan kecambah.

Dalam menyajikan rujak uleg kepada pengunjung, tim dituntut untuk bisa multitasking dengan cara berjoget dan menyanyikan yel-yel kelompok. Tujuannya, selain sebagai penentu kemenangan, cara tersebut juga efektif menambah kemeriahan dan menarik pengunjung untuk mencicipi ulegan rujak cingur yang disajikan tim Fakultas Psikologi.

Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan juri, 60 nominasi tim terbaik dinilai dari keunikan kostum, kebersihan, kelengkapan bahan rujak uleg, dan kesinambungan gerak ketika menyanyikan yel-yel.

Lalu, juri menetapkan 12 tim terbaik dengan memperhitungkan rasa dan penyajian rujak uleg. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada 12 tim terbaik, termasuk tim Fakultas Psikologi. Mereka mendapatkan hadiah pembinaan berupa sepeda gunung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya mengatakan bahwa rujak uleg merupakan bagian dari tradisi kuliner khas ibukota Jawa Timur yang perlu dilestarikan. “Maka, tujuan dari rujak uleg ini adalah mengingatkan warga Surabaya akan tradisi itu,” ungkapnya.

Festival Rujak Uleg Kota Surabaya merupakan rangkaian kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-724. Tahun ini, acara diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta yang berasal dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, hotel berbintang, dan perusahaan swasta. Dalam gelaran ini, tim Fakultas Psikologi berhasil menjadi juara selama lima kali berturut-turut.

Penulis: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).