pendidikan vokasional
(Dari kanan) Wakil Dekan I Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyerahkan suvenir kepada Direktur Vokasi STIAMI, Jumat (5/5). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendapat kunjungan tamu dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta, Jumat (5/5). Delegasi STIAMI membawa lima personel yaitu Direktur Program Vokasi, Direktur Kampus, Koordinator Program Studi D-3 Perpajakan dan staf pengajar di program studi D-3 Perpajakan.

Rombongan diterima oleh jajaran manajemen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang dipimpin oleh Wakil Dekan I Prof. Retna Apsari. Pemimpin bidang akademik dan kemahasiswaan tersebut berbagi suka duka proses membangun Vokasi UNAIR sampai saat ini.

“Dukungan pemerintah terkait program vokasi masih kurang dan banyak anggapan vokasi adalah politeknik. Padahal, dua hal tersebut sebenarnya berbeda,” tutur Retna.

Guru Besar bidang Bioptika tersebut juga mengajak program Vokasi Institut STIAMI untuk bergabung dalam Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) agar dapat berbagi semangat kevokasian bersama.

Menurut pimpinan delegasi STIAMI, Ardiansyah, sudah saatnya pendidikan vokasional lebih banyak mendapatkan tempat di hati para pelajar. Ia menjadikan kurangnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan vokasional itu menjadi tantangan ke depan.

“Program Vokasi merupakan hal baru bagi masyarakat sehingga banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mempopulerkannya terutama kepada masyarakat luas,” ujar Ardiansyah.

Acara yang berlangsung hampir tiga jam dilakukan di ruang rapat pimpinan Fakultas Vokasi UNAIR. Harapan dari kegiatan tersebut dapat berbagi semangat kevokasian sehingga vokasi dapat semakin dikenal secara luas oleh masyarakat umumnya.

Penulis: Okta Hardiansyah (Humas Vokasi)

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone