Kunjungi Museum FK UNAIR, Ratusan Pelajar SD Kenali Ragam Mikroskop

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
museum pendidikan dokter
Puluhan pelajar sekolah dasar mengunjungi Museum Pendidikan Dokter, Selasa (2/5). (Foto: Sefya H. Istighfarica)

UNAIR NEWS – Belajar sambil bermain bisa jadi salah satu metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Cara ini juga cocok diterapkan kepada anak-anak sekolah dasar. Akan lebih mudah bagi mereka dalam mencerna materi pelajaran bila dikemas dengan cara yang asyik.

Hal ini pula yang diterapkan oleh pihak Sekolah Dasar Negeri Barata Jaya, Surabaya. Setiap tahunnya, pihaknya rutin mengadakan kegiatan eduwisata di tengah semester. Dalam agenda tersebut, pihak sekolah mengajak ratusan muridnya datang mengunjungi tempat-tempat bersejarah, antara lain dengan mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Irvan Efendi, salah seorang guru SDN Barata Jaya mengungkapkan, agenda kegiatan kunjungan ke kampus tertua keempat di Indonesia ini sudah berlangsung kedua kali.  Dalam kunjungan mereka kali ini, Selasa (2/5), sebanyak 160 orang bocah SD berseragam kotak-kotak ini melakukan Tour The Campus FK dengan menyambangi Museum Pendidikan Dokter, dan Laboratorium Departemen Anatomi dan Histologi FK.

Disambut Ketua Humas FK dr. Eighty Mardiyan, Sp.OG (K), acara lawatan bocah-bocah SD ini berlangsung meriah. Di museum tersebut, anak-anak tampak begitu antusias mengenal satu persatu barang-barang antik yang terpajang disana. Penjaga museum dan guru-guru pendamping pun terlihat kewalahan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan para bocah ini.

Irvan mengaku, antusiasme anak-anak didiknya untuk mendatangi FK UNAIR tidak pernah surut. “Anak-anak bersemangat sekali kalau sudah diajak kesini. Karena di museum ini mereka bisa melihat langsung ragam alat kedokteran, seperti mikroskop, alat suntik jaman dulu, dan melihat manekin sehingga bisa belajar mengenal organ tubuh. Mereka juga sekaligus bisa belajar mengenal nama dan fungsi peralatan kedokteran,” ungkapnya.

Irvan mengaku, kegiatan eduwisata ini ternyata efektif dalam memudahkan anak didiknya menghafal pelajaran. Semenjak diberlakukan kurikulum 2013, ada begitu banyak muatan pelajaran yang harus dipelajari oleh murid-murid sekolah dasar. Agar kegiatan belajar lebih variatif dan tidak monoton, pihak sekolah pun berinisiatif mengadakan acara kunjungan semacam ini.

Selain bentuk bangunan FK UNAIR yang klasik, museum FK UNAIR ini menjadi salah satu objek yang cukup menarik bagi setiap  pengunjung.  Museum Pendidikan Dokter ini diresmikan pada 17 Oktober 2013 bertepatan dengan peringatan 1 Abad Pendidikan Dokter di Surabaya.

Museum kedokteran ini terletak di sisi barat gedung utama FK UNAIR. Arsitektur eksterior dan interior gaya kolonial masih dipertahankan. Alat-alat kedokteran sepeti jarum suntik, gunting, kartu mahasiswa, beragam alat peraga, dan foto-foto para alumni tempo dulu turut dipajang di dalam museum.

Ide awal membentuk museum berasal dari mantan Dekan FK UNAIR tahun 1982-1985, Prof. Sentot Moestadjab Soeatmadji. Ide ini disampaikan ke beberapa sejawatnya agar mengumpulkan alat-alat praktek kedokteran maupun bukti otentik yang berkaitan dengan FK UNAIR.

Alhasil, Museum Pendidikan Dokter FK UNAIR saat ini telah mengoleksi banyak sekali barang-barang bersejarah. Berangsur-angsur, jumlah koleksi alat kedokteran tempo dulu ini terus bertambah.

Penulis: Sefya H. Istighfarica

Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu