Perempuan Mesti Mandiri Secara Finansial

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ilustrasi: Alifian Sukma

UNAIR NEWS – Ada fakta menarik yang ditemukan Diah Ariani Arimbi S.S., MA., Ph.D., dekan Fakultas Ilmu Budaya yang merupakan salah satu pakar kajian budaya, sastra, dan gender UNAIR, saat melakukan penelitian tentang Gerakan Tarbiyah (khusus perempuan) di  kampus pada 2008, 2011, 2015, dan 2016.

Berdasarkan riset yang dijalankannya di beberapa kampus Jawa Timur termasuk UNAIR, ITS, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, dan Universitas Jember itu, diketahui kalau para perempuan di gerakan itu fokus pada pemberdayaan komprehensif. Khususnya, di bidang sosial dan pendidikan.

Hal ini menunjukkan, kalau Gerakan Tarbiyah itu pantas untuk dilestarikan dan digiatkan. Karena, sasaran pemberdayaan di sana komplit. Semua anggota didorong untuk pandai, peka terhadap situasi sosial, paham nilai moral/agama/ dan budaya, juga independen di aspek ekonomi. “Kemandirian finansial diajarkan dalam gerakan itu. Ini merupakan bentuk kesetaraan yang memang mesti dicapai. Perempuan tidak hanya diajarkan tentang kesalehan. Tapi juga, soal bagaimana tidak tergantung pada orang lain,” ungkap dia.

Diah merupakan pakar UNAIR yang memiliki kiprah moncer di ranah internasional. Setelah lulus program sarjana di Universitas Airlangga pada tahun 1997, dua tahun kemudian, Diah melanjutkan studi magister di University of Northern Iowa, Amerika Serikat, dan meneruskan program doktor di University of New South Wales pada tahun 2006.

Berbagai publikasi di tingkat internasional pernah ditorehkannya. Tercatat tak puluhan artikel yang ditulisnya di level global. Dia juga sering mengikuti konferensi internasional. Plus, menjadi reviewer jurnal terbitan luar negeri.

Publikasi yang sudah ditulisnya antara lain, Women and The Politics of Piety: Women’s Right, Roles and equality in Tarbiyah Movement in Indonesia, Rethinking Indonesianess in Indonesian Teen Magazines in the New Millennium dan Finding Feminist Literary Reading: Portrayals Of Women In The1920s Indonesian Literary Writings.

Perempuan yang sangat mengidolakan Kartini itu juga aktif di beberapa asosiasi.  Antara lain Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Asian Association of Women’Studied (AAWS), Women Scholars Network (WSN) – International Association of The History of Religion (IAHR). Di tengah kesibukannya sebagai dosen, Diah juga telah menerbitkan  banyak buku.

Selama karirnya, Diah mendapatkan sejumlah penghargaan. Antara lain, Recipient of Australian Development Scholarship for Doctoral Degree Study 2002, dan Recipient of Fulbright Scholarship of Master Degree 1997. (*)

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Rio F. Rachman

Rio F. Rachman

Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.

Leave Reply

Close Menu