Hari Kartini
Suasana Meriah Perayaan Hari Kartini DWP FKM UNAIR. (Foto: Istimewa)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Para ibu mengenakan baju terbaiknya. Tubuhnya dibalut kebaya yang dipasangkan dengan bawahan jarit dan sepatu berhak tinggi. Tak lupa, wajah, rambut dan hijabnya ditata seindah mungkin. Pada gilirannya, mereka berjalan pelan bak peragawati yang mempertunjukkan busana dan riasannya. Sambil tersenyum dan sesekali menahan tawa di hadapan penonton.

Mereka adalah para anggota Dharmawanita Persatuan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Yang di sela-sela jam kerjanya, meluangkan waktunya untuk memperingati Hari Kartini, Jumat (21/4).

Dalam acara peringatan Hari Kartini FKM UNAIR, Dharmawanita Persatuan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menggelar acara kelahiran pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Dalam acara tersebut, para dosen, tenaga kependidikan, dan istri dosen membacakan surat-surat Kartini, mengikuti talkshow, fashion show, dan pemeriksaan kesehatan.

“Pergilah, laksanakan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas,” begitu sebuah larik surat yang dibacakan salah satu anggota Dharmawanita.

BACA JUGA:  Departemen Administrasi Kesehatan Gelar Lokakarya Kurikulum

Pakar psikologi perkembangan Fakultas Psikologi UNAIR, Dr. Dewi Retno Suminar, dalam kesempatan talkshow menuturkan perempuan dituntut untuk mampu membagi perannya sebagai istri, ibu, hingga pekerja. Maka, perempuan diharapkan untuk mengatur waktunya sebaik mungkin.

"Jam kantor biasanya selesai jam lima sore. Maka, setelah itu jangan pernah ngobrol soal pekerjaan. Manajemen waktu itu penting," tutur Dewi yang memberikan materi tentang "Dengan Semangat Kartini Kita Bangun Wanita Indonesia Yang Anggun, Mandiri, dan Bekerja Nyata Turut Serta Mencerdaskan Bangsa".

"Sikap anggun dan elegan akan muncul jika time management-nya efektif," imbuhnya.

Ketua Dharmawanita Persatuan FKM UNAIR, Retha Pulung, mengatakan acara ini tak sekadar untuk memperingati Hari Kartini setiap tahun. Tetapi juga membentuk para sivitas akademika, juga para anggota Dharmawanita untuk menjadi pribadi yang lebih anggun, mandiri, dan berwibawa dalam segala hal.

Penulis: Defrina Sukma S

Editor: Nuri Hermawan