Gelar Kehormatan
Pakar Bedah Saraf Dunia Prof. Dr. Med.Christianto B. Lumenta, MD., Ph.D. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook162Tweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menggelar acara penganugerahan gelar kehormatan. Kali ini, FK UNAIR melalui Departemen Bedah Saraf menyematkan gelar kehormatan kepada Prof. Dr. Med.Christianto B. Lumenta, MD., Ph.D, seorang pakar bedah saraf berkaliber internasional.

Dihadapan puluhan tamu undangan, Prof Lumenta menyampaikan orasinya yang berjudul Residency Training Program in Europe and Indonesia. Dalam bidang ilmu bedah saraf, Prof Lumenta dikenal sebagai seorang pakar bedah saraf asal Jakarta yang berdomisili di Jerman. Saat ini, Lumenta menjabat sebagai kepala Departemen di Bogenhausen Academic Teaching Hospital Technical University of Munich, Germany.

Dalam perjalanan kariernya, Prof Lumenta telah berkiprah selama puluhan tahun di Jerman. Awal pendidikan dokter dimulai tahun 1970 hingga 1976 di the Rheinischen Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Germany. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf tahun 1980 hingga tahun 1992 di Neurochirurgische Universitätsklinik Düsseldorf, Germany.

Setelah memperoleh gelar professor di tahun 1994, Prof Lumenta semakin aktif berkiprah di bidangnya. Prof Lumenta sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara kongres internasional. Kiprahnya dalam pengembangan ilmu bedah saraf kian nyata setelah Prof Lumenta dipercaya berulangkali menjadi penguji bedah saraf di Eropa dan turut menentukan sistem pendidikan di sana.

Sepanjang perjalanan karir, Prof Lumenta telah banyak menghasilkan puluhan jurnal penelitian. Antara lain  94 artikel jurnal yang terpublikasi di berbagai jurnal internasional, 5 teksbook, dan menjadi kontributor 35 buku ilmiah.

Meskipun berdomisili di Jerman, namun setiap tahun, ia selalu sempatkan datang ke Indonesia. Tidak saja mengunjungi keluarga dan kerabat di Jakarta, agenda mudik sang profesor juga diisi dengan aktivitas belajar dan berdiskusi dengan para residen maupun dokter bedah saraf di Indonesia, termasuk diantaranya dengan para dokter dari Departemen Bedah Saraf FK UNAIR.

Ketua Departemen Bedah Saraf Dr. Agus Turchan, dr., Sp.BS(K) mengungkapkan pihaknya berinisiatif menghadirkan Prof. Lumenta menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut karena dedikasinya yang begitu besar terhadap kemajuan ilmu Bedah saraf selama ini. Selain itu, beliau juga berpengalaman mempublikasikan banyak sekali jurnal ilmiah.

“Tahun 2004 adalah awal kami mengenal Prof Lumenta . Pada saat itu, beliau sudah sibuk riwa-riwi Jakarta Bandung untuk memberi kuliah. kami coba bernegosiasai agar beliau juga bersedia meluangkan waktu untuk sharing knowledge dengan FK UNAIR,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Zamzam Multazam, Mahasiswa Termuda Jalur SNMPTN Berusia 15 Tahun

Hubungan kerjasama yang baik diantara keduanya pun berlanjut hingga saat ini. Tidak sedikit mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Saraf FK UNAIR yang  dikirim ke Bogenhausen Academic Teaching Hospital Technical University of Munich, Germany  selama beberapa bulan untuk belajar bersama Prof Lumenta.

“Kerjasama ini akan terus berlanjut. Selain mengirim mahasiswa dan dosen kami kesana, dalam waktu dekat, pihak Bogenhausen Academic Teaching Hospital Technical University of Munich juga akan berkunjung ke FK UNAIR. Selama beberapa bulan disini, mereka akan belajar banyak kasus, antara lain kasus cidera otak, yang kejadiannya terbilang cukup banyak di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.

Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran saat ini, pihak Departemen Ilmu Bedah Saraf FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo berharap kualifikasi para lulusannya nanti dapat setara dengan lulusan bedah saraf di luar negeri. Salah satunya dalam hal penulisan jurnal ilmiah. Harapan ini tentu linier dengan keinginan Universitas Airlangga yang mendambakan peningkatan jumlah publikasi jurnal ilmiah terindeks scopus.

Sementara itu, Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo., Sp.U (K) mengungkapkan, Prof Lumenta punya cukup banyak pengalaman dalam hal publikasi jurnal internasional. Tentu saja ini peluang bagi tercapainya target unair menuju internasionalisasi.

“FK UNAIR berharap Prof Lumenta dapat berkontribusi lebih banyak lagi untuk membimbing para residen maupun dosen Ilmu Bedah Saraf dalam hal penulisan karya ilmiah dan ‘menggiring’ nya sampai berhasil tembus ke jurnal internasional terindeks scopus,” ungkapnya.

Di akhir acara, berlangsung pengalungan bunga oleh Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH., Ph.D, FINASIM kepada Prof Lumenta, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), diakhiri dengan penyerahan cenderamata oleh Ketua Departemen Bedah Saraf Dr. Agus Turchan, dr., Sp.BS(K).

Penulis: Sefya Hayu

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook162Tweet about this on TwitterEmail this to someone