mahasiswa baru
Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih (dua dari kiri) saat konferensi pers acara peluncuran resmi SBMPTN 2017, Selasa (11/4), di Panitia Lokal 50 SBMPTN, Universitas Negeri Surabaya. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menerima mahasiswa baru dari jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun 2017 sebanyak 1.830 mahasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, saat konferensi pers acara peluncuran resmi SBMPTN 2017, Selasa (11/4), di Panitia Lokal 50 SBMPTN, Universitas Negeri Surabaya.

“Proses SBMPTN tahun 2017 yang telah dimulai ini akan menguntungkan ribuan atau bahkan ratusan ribu para lulusan SMA (sekolah menengah atas). Karena proses ini akan menentukan nasib mereka ke depan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan SBMPTN tahun ini, ada perbaikan-perbaikan,” tutur Nasih.

Salah satu hal yang ditingkatkan oleh UNAIR dalam pelaksanaan SBMPTN tahun ini adalah penambahan kuota ujian tertulis berbasis komputer (CBT). Tahun ini, UNAIR menyediakan kuota CBT sebanyak 855 unit. Jumlah tersebut melebihi sepertiga jumlah komputer yang akan digunakan CBT di panitia lokal 50 yakni 2.175 unit. Secara nasional, kuota pelaksanaan ujian tertulis berbasis komputer mencapai lebih dari 30.000 unit komputer yang akan digunakan.

Rencananya, pelaksanaan tes CBT SBMPTN 2017 akan digelar di sebagian besar fakultas di UNAIR, seperti Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Hampir semua fakultas menyediakan itu,” tutur Nasih.

Terkait dengan kualitas soal ujian, Nasih mengatakan tingkat kesulitan pengerjaan soal relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan kebijakan universitas, hal yang berbeda dari seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah UNAIR akan menggunakan nilai tes SBMPTN untuk dipergunakan dalam seleksi mahasiswa baru jalur Mandiri. Oleh sebab itu, calon peserta jalur Mandiri diharuskan untuk mengikuti tes SBMPTN 2017 terlebih dahulu. Sehingga, penilaian seleksi Mandiri didasarkan dari nilai atau skor yang diperoleh dari nilai SBMPTN tahun 2017.

Sebelum melakukan pendaftaran SBMPTN, calon peserta diimbau untuk membaca buku panduan terlebih dahulu mengenai tata cara pendaftaran dan proses seleksi. Peserta diminta untuk melakukan pendaftaran melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id untuk mendapatkan kelengkapan tes seperti Kode Akses Pendaftaran (KAP), Personal Identification Number (PIN), dan slip pembayaran.

Peserta juga diminta untuk membayar uang sebesar Rp 200ribu di bank mitra yang telah ditunjuk. Saat melakukan pendaftaran, calon peserta diminta untuk mengunggah dan mengisi data-data pendukung.

Terkait dengan program studi (prodi), setiap calon peserta SBMPTN dapat memilih maksimal tiga prodi. Ketentuannya, peserta ujian hanya memilih satu prodi di perguruan tinggi negeri (PTN) manapun. Kedua, peserta ujian memilih dua prodi atau lebih, namun salah satu pilihan prodi tersebut harus berada dalam satu wilayah pendaftaran dengan tempat peserta mengikuti ujian.

Pilihan prodi lainnya dapat di PTN di luar wilayah pendaftaran tempat peserta mengikuti ujian. Yang tidak boleh dilupakan, urutan pemilihan prodi dinyatakan sebagai prioritas pilihan.

Pada tahun 2017, UNAIR akan menerima sebanyak 5.225 mahasiswa baru jenjang sarjana. Pada jalur SNMPTN, UNAIR akan menerima 1.824 mahasiswa, jalur SBMPTN sebanyak 1.830 mahasiswa, dan jalur Mandiri sebanyak 1.571 mahasiswa. (*)

Penulis : Defrina Sukma

Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).