Ilustrasi UNESCO dan UNAIR
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam waktu dekat, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga akan menjadi tuan rumah acara Ethics Teacher’s Training Course of UNESCO (ETTC). Rencananya, acara itu akan diselenggarakan selama lima hari terhitung sejak 24-29 April 2017, bertempat di Aula FK UNAIR.

Dalam acara itu, sebanyak lima orang pakar dari UNESCO akan berbagi ilmu bioetik dengan puluhan peserta. Para peserta berasal dari berbagai negara, termasuk sejumlah institusi pendidikan di Indonesia.

Acara ini bertujuan untuk membentuk kompetensi dosen dalam mengembangkan dan membangun ilmu bioetik di tingkat fakultas maupun universitas. Melalui training ini pula, peserta dapat berbagi pengalaman mendidik, meneliti, dan pelayanan bioetik di negara mereka masing-masing.

Pelatihan ini didasarkan pada modul yang dikembangkan oleh UNESCO bekerjasama dengan para ahli global dalam pendidikan bioetik.

Selama lima hari, peserta ETTC akan mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari simulasi presentasi mengajar dengan peserta yang didampingi oleh instruktur, workshop, hingga seminar bioetik.

Pelatihan ETTC oleh UNESCO ini baru pertama kali digelar di Indonesia. Setelah sebelumnya ETTC diselenggarakan di Malaysia, maka di tahun ini, UNESCO Office Jakarta bekerjasama dengan FK UNAIR menyelenggarakan acara tersebut.

Dalam sejarahnya, kurikulum bioetik dikembangkan oleh UNESCO sebagai alat untuk memperkenalkan dan memperkuat pendidikan bioetik di universitas di seluruh dunia. UNESCO merintis bioetika global dengan mendirikan program bioetik di tahun 1993 dengan cara mendirikan badan ahli independen, seperti Komite Bioetik International.

Dalam acara ini, akan disampaikan perspektif global pendidikan bioetik. Dalam sesi seminar, akan digali apa dan bagaimana cara pendidikan ilmu bioetik.

Kualitas pendidikan etika sangat tergantung pada kompetensi dosen pengajarnya. Seorang dosen etika yang efektif harus mempunyai kompetensi mengajar bioetik secara efektif. Oleh karena itu, setelah mengikuti kegiatan training, peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari UNESCO dan diakui memiliki kompetensi menjadi dosen bioetik yang tersertifikasi UNESCO. (*)

Penulis : Sefya Hayu

Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).