ekonomi industri
Para pembicara dalam "Workshop Perilaku Kompetitor dan Strategi Pembentukan Harga". (Foto: Siti Umami)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Guna memperdalam ekonomi industri, sivitas akademika Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menyelenggarakan “Workshop Perilaku Kompetitor dan Strategi Pembentukan Harga”, Sabtu (8/4).

Lokakarya yang dihadiri sekitar 200 mahasiswa itu dihadiri pembicara dari kalangan industri, yaitu  Vice President of Corporate Marketing PT Semen Indonesia (Persero) Rudi Hartono, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Philips Pangestu, dan pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi Bani Sudibyo.

Dalam pemaparannya, Rudi menjelaskan banyak pemain baru yang masuk pasar industri semen sehingga mendorong persaingan harga dan margin yang lebih ketat. “Meskipun kepemimpinan pangsa pasar semen 2016 masih didominasi “Big 3”, yaitu Semen Indonesia, Indocement, dan Semen Holcim, masuknya pemain baru di pasar akan mendorong kompetisi harga di antara pelaku usaha untuk tetap mempertahankan konsumen,” jelas Rudi.

Sedangkan, di lingkup industri farmasi Philips menjelaskan bahwa pasar obat-obatan mendapatkan profit dari benefit yang diterima pasien, misalnya obat resep yang diberikan oleh dokter. Dalam pembentukan harga, industri farmasi terpaku pada klasifikasi obat. Untuk obat temuan (innovator) dapat menjadi single seller dan dapat menentukan harga.

Setelah waktu patennya habis menjadi first generic dan masuk pasar duopoli, artinya penentuan harga tidak dilakukan sendiri, dan pada akhirnya akan menghadapi copy product dengan produsen yang lebih banyak.

Berbeda pula dengan penetapan harga yang diberlakukan oleh industri transportasi berbasis aplikasi. Industri transportasi berbasis aplikasi seperti Uber bisa menetapkan harga yang lebih rendah dibandingkan transportasi konvensional. Sebabnya, berbagai tanggungan seperti asuransi kecelakaan, pajak, dan aneka risiko lainnya ditanggung oleh pengemudi.

Setelah pemaparan dari ketiga pemateri, peserta lokakarya membentuk diskusi mini terarah berdasarkan jenis industri yang dipilih. Usai diskusi, Rudi memberikan apresiasinya kepada para mahasiswa peserta mata kuliah Ekonomi Industri.

“Mahasiswa disini kritis-kritis dan pengetahuannya luas,” tutur Rudi menanggapi antusias setiap pertanyaan mahasiswa.

Dari penyelenggaraan lokakarya ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami perilaku kompetitor bisnis dalam menentukan harga.

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone