Silvy Juliana, ingin mendirikan Apotek “Plus”. (Foto: Ist)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Maraknya penyakit yang membutuhkan pengobatan secara intensif seperti kanker, mengangkat Silvy Juliana, S.Farm., dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Ia lulus dengan IPK 3,76. Melakukan penelitian berjudul “Identifikasi Steroid Dan Triterpen dalam Kultur Kalus Solanum Mammosum”, targetnya untuk menambah produksi asam betulinat pada kultur Kalus S. Mammosum yang dapat dijadikan alternatif pengobatan kanker.

Proses riset ini tidak serta-merta berjalan mulus. Batas akhir skripsi yang sempat membuatnya menangis akibat hasil penelitian yang kurang memuaskan, tak menyurutkan semangat Silvy untuk terus meneliti. Ia sempat pesimis dan takut mengecewakan dosen pembimbing dan orang tuanya jika hasil penelitian yang ia lakukan tidak memuaskan, bahkan gagal.

“Jadi tidak terfikir menjadi yang terbaik dalam wisuda ini, tetapi selalu saya berikan yang terbaik selama saya kuliah di UNAIR. Ada yang saya sesalkan, setiap melihat hasil studi di tiap semester, saya selalu mendapatkan IPS nyaris 4,00. Terkadang ada satu mata kuliah yang tidak jadi dapat A, waktu itu mata kuliah yang hanya 2 SKS. Lalu yang terakhir mata kuliah yang hanya 1 SKS, rasanya geregetan,” katanya.

Menjadi istri seorang konsultan pajak, Silvy sering membantu mengurus tugas suami disela kuliahnya. Menjadi mahasiswa sekaligus ibu rumah tangga menjadi tantangan tersendiri bagi wanita kelahiran 1994 ini. Ia mengaku lebih termotivasi melakukan kegiatan di perkuliahan dan mewujudkan impiannya mendirikan sebuah apotek.

“Selain kuliah saya juga membantu mengurus pajak bersama suami, meski demikian nantinya saya ingin mendirikan apotek “plus” yang ada tempat cek gula darah, tensi darah, kolesterol yang mudah dijangkau orang-orang di sekitar saya, supaya banyak di sekitar saya terhindar dari penyakit-penyakit kronis tersebut,” katanya. (*)

Penulis: Disih Sugianti
Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone