Berkah Belajar Hingga Larut, Dita Widiyanti Lulus Terbaik S-2 FST

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DITA Widiyanti Sawitri ketika lagi santai. (Foto: dok Pribadi)

UNAIR NEWS : Pengambilan bidang studi pada saat menempuh studi S-2 biasanya tidak jauh dari bidang studi saat S-1. Namun yang dilakukan Dita Widiyanti Sawitri ini agak berbeda. Perempuan kelahrian Surabaya ini menempuh bidang studi Biologi murni untuk jenjang S-2, yang berbeda dengan S-1 yang berbasis pada pendidkan.

“Ini merupakan hal baru yang sangat menantang bagi saya,” ujar Dita. Namun justru pada studinya di S-2 ini justru Dita berhasil meraih predikat sebagai wisudawan terbaik jenjang S-2 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, yang lulus dengan IPK 3,93.

Dalam melakukan penelitian untuk tesisnya, Dita mengaku sebagai perjuangan yang cukup berliku. Diantaranya keputusannya untuk menikah di usia muda, sehingga penelitian tesisnya sempat tertunda sementara. Awalnya penelitian ini ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari setahun, namun keputusannya untuk menikah dahulu menjadi salah satu penyebab molornya watu penelitian.

“Perjuangan lain ya belajarnya saya lakukan hingga larut malam. Belajar di kos-kosan hingga larut malam, kemudian saya pulang tetapi juga tidak bisa tidur. Jadi pukul 05.00 saya kembali lagi ke kos teman saya hingga ujian tiba,” kata Dita.

Putri kedua dari dua bersaudara ini berhasil meraih titel S-2 nya berkat tesis “Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Bakteri Indigens Potensial untuk Degradasi Limbah Industri Farmasi yang Mengandung Pelarut Organik”, dan berhasil dipertahankan. Penelitian ini antara lain membahas bidang mikrobiologi dengan melakukan isolas, karakterisasi dan uji aktivitas dari bakteri indigenus yang ada pada libah industri farmasi berupa lumpur aktif untuk dimanfaatkan dalam degradasi libah industry farmasi yang mengandung pelarut organik.

”Jadi hasil yang diperoeh dari penelitan ini berupa isolat bakteri indigenus potensial yang memiliki kemampuan untuk melaukan degradasi limbah industri farmasi, sehingga bakteri tersebut dapat digunakan dalam pengolahan limbah Industri farmasi,” kata cewek berhobi masak ini.

Di akhir wawancara, Dita juga menyempatkan berbagi pengalaman untuk mahasiswa yang menempuh tugas akhir. ”Untuk teman-teman yang menempuh tugas akhir, rencanakan waktu penelitian dengan baik, minimalisir kesalahan ketika menjalankan tugas akhir itu, terutama saat bekerja di laboratorium, dan perbanyak membaca dan jangan malu bertanya,” kata Dita. (*)

Penulis: Akhmad Janni
Editor : Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu