pementasan drama
Pementasan drama "The Verse" di Gedung Cak Durasim. (Foto: Istimewa)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Para anggota Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (EDSA) menghadirkan cinta ibu dalam pementasan drama berjudul “The Verse”. Acara pementasan English Nite Drama (E-Nite) dilangsungkan di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Kamis (16/3).

The Verse yang berdurasi selama dua jam tersebut merupakan naskah orisinal yang tidak diadaptasi dari naskah drama manapun. Tim EDSA menciptakan karyanya sendiri dengan bantuan sejumlah alumnus yang paham mengenai ilmu drama.

The Verse bercerita tentang tokoh utama Alan yang mulai melupakan sang ibunda bernama Petunia saat usianya menginjak dewasa. Petunia adalah seorang janda yang membesarkan anak semata wayangnya. Hari berganti hari, Alan tumbuh menjadi pria dewasa yang mencintai seorang gadis, Mirable, hingga keduanya menikah.

Sejak Alan memutuskan untuk hidup bersama istrinya, ia tak lagi menomorsatukan ibunya. Padahal, Alan merupakan anak satu-satunya Petunia yang selalu ia dukung di setiap detiknya. Namun, penyesalan selalu datang di akhir. Alan baru menyadari curahan perhatian dan dukungan yang diberikan ibunya justru ketika Petunia meninggalkan dunia.

Pementasan The Verse berhasil menaikkan emosional hingga akhirnya penonton memberikan tepuk tangannya yang meriah. “Banyak adegan yang membuat terharu, apalagi adegan saat Mrs. Petunia meninabobokan Alan di pangkuannya,” komentar salah satu penonton.

BACA JUGA:  Tradisi Menulis Ala Departemen Sastra Inggris

Tokoh Alan secara sukses diperankan oleh Mochammad Nizar mahasiswa Sastra Inggris, sedangkan tokoh Petunia diperankan oleh Maitsa Jahja. Keduanya merupakan mahasiswa Sastra Inggris.

Sutradara The Verse, Lailatul, mengatakan bahwa pihaknya ingin mementaskan drama yang memiliki nilai positif kepada penonton. “Nilai yang ingin dihadirkan dalam drama The Verse adalah bahwa sesungguhnya setiap ibu adalah pahlawan. Karena pada jiwa seorang ibu tumbuh cinta kasih yang maha dahsyat yang tak seorang anak pun tahu,” ujar Lailatul, sutradara The Verse.

Kesuksesan pementasan tak mungkin dicapai tanpa semangat berlatih dan kerja keras para artis peran. Lailatul mengatakan bahwa pihaknya sempat bingung dalam proses penulisan naskah serta latihan. Hal tersebut dikarenakan padatnya jadwal kuliah anggota EDSA, sehingga jarang sekali seluruh aktor bisa berlatih dalam satu panggung. Namun, hal tersebut dapat ditutupi dengan semangat dan kerja keras tim dalam mensukseskan E-Nite tahun ini.

Tidak kurang dari 400 tiket pementasan berhasil terjual habis, baik presale maupun on the spot. Tentunya, banyak diantara mereka adalah mahasiswa Universitas Airlangga. Selain itu, para petinggi Fakultas Ilmu Budaya turut serta diundang dalam pagelaran tersebut.

Penulis: Ainul Fitriyah

Editor: Defrina Sukma S