Sosialisasi gerakan cuci tangan yang diikuti oleh para perawat di FKp UNAIR Jumat (17/3).
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Aksi gerakan cuci tangan digelar oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur di Halaman Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga, Jumat (17/3). Aksi yang digelar serentak se-Jawa Timur dengan melibatkan 1.500 perawat itu mendapatkan penghargaan dari Museum Muri Indonesia.

Aksi tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Perawat yang ke-43 tahun. Untuk itu, aksi ini diikuti oleh seluruh perawat di Jawa Timur, 38 Dewan Perwakilan Daerah se Jawa Timur yang tergabung dalam Insan Perawat Jawa Timur, dan 50 institusi pendidikan di Jawa Timur.

Sosialisasi gerakan cuci tangan dipimpin langsung oleh Ketua PPNI Dewan Perwakilan Wilayah Jawa Timur yang juga Dekan FKp Prof Dr Nursalam M.Nurs. Dalam aksi tersebut, Jawa Timur mendapatkan penghargaan berupa Rekor Muri pada sosialisasi gerakan cuci tangan 1.500 perawat serentak dengan kategori peserta terbanyak se-Indonesia.

“Sebagai tuan rumah dan pusat pendidikan, terutama kesehatan, di wilayah timur, UNAIR mendukung penuh kegiatan ini. Semua perawat yang ada di FKp ikut andil dalam sosialisasi gerakan cuci tangan ini,” ujar Hanik Endang Nihayati saat wawancara UNAIR NEWS di ruang Jiwa FKp UNAIR.

Acara diawali dengan apel pagi, pemotongan tumpeng, pelepasan balon, dan praktek cuci tangan dengan hand sanitizer. Aksi sederhana yang digalakkan oleh para perawat Indonesia ini tidak lain untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri demi mencegah penularan penyakit berbahaya melalui kontak langsung.

Lewat tema yang diusung yaitu Gerakan Perawat Menuju Masyarakat Sehat, diharapkan para perawat Indonesia mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa menerapkan hidup sehat.

“Dari tahun ke tahun tema perayaan HUT PPNI hampir sama yaitu promosi kesehatan. Salah satunya pada tahun ini yaitu sosialisasi gerakan cuci tangan yang benar. Paling tidak, perawat Indonesia bisa menunjukkan kepedulian dengan cara promosi kesehatan mulai dari diri kita sendiri,” jelas dosen FKp itu. (*)

Penulis: Disih Sugianti
Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).