hoax
Pakar hukum pidana Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, S.H., M.H. (Foto: Dilan Salsabila)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perkembangan teknologi yang tidak terbendung mengubah sifat dan perilaku masyarakat. Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Namun, informasi menjadi pisau bermata dua karena saat ini berita abal-abal atau yang dikenal dengan hoax banyak bertebaran. Perkembangan tersebut belum diimbangi dengan penegakan hukum.

“Hukum kadang tertatih mengikuti perkembangan teknologi,” ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, S.H., M.H.

Didik mengatakan, keberadaan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin ketinggalan dalam kancah perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam hal mencegah penyalahgunaan informasi.

Dalam acara Gelar Inovasi Guru Besar bertema “Peran Aktif Masyarakat Menghadapi Hoax di Media Sosial” yang diadakan Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Kamis (16/3), Didik menegaskan bahwa hukum harus berfungsi untuk mengendalikan perkembangan informasi.

“Peran hukum itu memberi bingkai melalui politik hukum pemerintah. Jangan sampai negara membiarkan perbuatan-perbuatan yang melanggar hak-hak orang lain. Hukum harus ikut campur supaya tidak terjadi benturan di masyarakat,” ungkap Didik.

BACA JUGA:  Perhatikanlah Etika Sebelum Menyebarkan Informasi

“Berita benar pun yang tidak mengandung hoax namun merugikan harkat dan martabat seseorang bisa dipidanakan. Namun, jika korporasi yang melakukannya tidak dapat dipidana,” katanya.

Pakar hukum pidana itu mengatakan, UU ITE mempunyai titik kelemahan. Dalam UU ITE seharusnya ada pasal yang mengatur denda pada korporasi. Kebohongan dalam transaksi perdagangan yang dilakukan korporasi seperti menjanjikan hadiah kepada pelanggan bisa dijatuhi sanksi pidana.

Keberadaan regulasi tanpa didukung penegakan hukum oleh aparat akan menjadi hal percuma. “Sarana yang paling menentukan implementasi penegakan hukum adalah mentalitas aparatnya,” tegasnya.

Selain itu, pengajar mata kuliah Kapita Selekta Hukum Pidana mewanti-wanti agar masyarakat melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang diterima. “Makin pesat perkembangan teknologi, makin beragam juga tindak kejahatan. Kita semua harus tetap waspada,” tuturnya.

 

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S