Angkatan pertama Fakultas Farmasi yang bangga menyebutkan diri sebagai “ALFAS sepuh semangat” saat mengisi acara reuni akbar.
Angkatan pertama Fakultas Farmasi yang bangga menyebutkan diri sebagai “ALFAS sepuh semangat” saat mengisi acara reuni akbar. (Foto: Nuri Hermawan)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Kita ini harus menerapkan falsafah sapu lidi”. Itulah pernyataan yang dilontarkan oleh perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA-UA) Dr. Suko Hardjono, MS., Apt., pada saat menghadiri reuni akbar IKA Fakultas Farmasi di Semarang, Sabtu (11/3).

Di hadapan peserta alumni yang tergabung dalam Alumni Farmasi Airlangga Surabaya (ALFAS), Suko juga menjelaskan peran IKA baik di pusat, wilayah, maupun cabang. Suko meminta kepada para alumnus agar tetap menjalin hubungan baik dengan kolega lainnya, meski berbeda fakultas dan berbeda bidang keilmuan.

“Lidi itu kalau cuma satu kan tidak ada gunanya, tapi ketika bersatu bisa digunakan untuk banyak hal. Nah reuni ini semoga bisa demikian, menyatukan kita untuk melakukan banyak hal. Pengurus pusat bangga dengan kekompakan ALFAS,” terangnya dalam acara yang dihadiri alumnus FF tahun 1963-2002.

Untuk menjaga dan mengembangkan jaringan antar alumni, Suko juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan IKA di berbagai wilayah dan cabang. Selain itu, ke depan pihaknya juga akan mengadakan kongres IKA-UA yang akan menghadirkan berbagai alumni dari lintas generasi.

Insya Allah tanggal 15 April nanti kita akan gelar kongres IKA. Saya berharap teman-teman di daerah bisa mendukung IKA pusat maupun wilayah masing-masing,” papar Suko yang juga pengajar FF.

Senada dengan Suko, perwakilan IKA-UA Provinsi Jawa Tengah M. Sadikin mengatakan bahwa kekompakan alumni sangat dibutuhkan. Di dalam dunia kerja, misalnya, Sadikin menjelaskan bahwa ia kerap melibatkan tenaga dan bantuan alumni diluar keilmuannya.

“Di sini (jateng, red) IKA saling membantu. Kita sudah waktunya saling untuk terus sinergi. Kalau tidak, bisa kalah dengan kampus yang lain. Kita juga harus berkarya sampai mati,” terang alumnus angkatan tahun 1974 tersebut.

Selain kekompakan, ada satu hal penting yang menjadi pembahasan dalam reuni akbar lintas angkatan tersebut, yakni kas alumni. Drs. Suharno, Apt., selaku Sekretaris Jenderal IKA-FF UNAIR mengatakan bahwa keberadaan kas tidak hanya untuk kebutuhan alumni saja. Dana kas yang ada bisa digunakan untuk membantu riset mahasiswa FF yang masih studi dan juga membantu mahasiswa saat mengikuti perlombaan di luar negeri.

“Kemarin ada mahasiswa yang ke Jepang, Alhamdulillah alumni bisa membantu. Saya berharap untuk kas alumni ini tidak hanya bersumber dari iuran, tapi bisa dari usaha bersama yang kita lakukan,” tegas Suharno.

 

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S