hilirisasi excelzyme lingkungan
Produk Excelzyme milik Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. (Foto: Rio F. Rachman)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Produk ramah lingkungan Excelzyme yang dihasilkan peneliti biokimia Universitas Airlangga Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., akan segera dihilirisasi. Kesepakatan itu tertuang dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh pihak UNAIR dan PT Petrosida Gresik, Rabu (8/3), di Ruang Sidang Pleno Kantor Manajemen UNAIR.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., dan Direktur Utama PT Petrosida Gresik Hery Widyatmoko, dan disaksikan oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Dr. Eng, Hotmatua Daulay, M.Eng.

Peneliti Excelzyme, Nyoman, mengatakan bahwa zat kimiawi yang selama ini digunakan dalam pengolahan bubur kertas berdampak buruk bagi lingkungan. Nyoman memanfaatkan limbah agrikultur yang sering ditemukan di Indonesia. Limbah agrikultur itu adalah jerami. Jerami mengandung biomassa yang diolah secara enzimatis.

“Enzim inilah yang dapat digunakan sebagai pengolahan bubur kertas supaya saat pemutihan tidak menggunakan senyawa kimia. Sebelumnya,  proses pemutihan menggunakan klorit atau proxida. Namun sekarang menggunakan enzim silanase,” tutur Guru Besar bidang Biokimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

Hotmatua merespon positif terhadap keberhasilan UNAIR dalam menghilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang akan siap dipakai oleh industri dan masyarakat. “Ini merupakan langkah tepat dalam menyikapi persaingan,” tutur Hotmatua.

Selain produk Excelzyme milik Nyoman, produk lain dari peneliti UNAIR yang akan dihilirisasi adalah pil KB untuk pria dari ekstrak tanaman gandarusa (Justicia gendarussa). Pil tersebut merupakan hasil penelitian Guru Besar bidang Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Prof. Dr. Bambang Prajogo, M.S.

Menanggapi dua produk yang akan dihilirisasi itu, Nasih mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong penelitian-penelitian yang berpotensi agar segera dihilirisasi. “Beberapa perusahaan akan memanfaatkan produk yang dihasilkan oleh peneliti UNAIR. Masih banyak lagi embrio-embrio penelitian yang bisa dimanfaatkan mitra strategis untuk bisa dihilirisasi,” tutur Nasih.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone