Prof. Dr. Bambang Prajogo E.W., MS. Pakar Farmakognosi dan Fitokima UNAIR.
Prof. Dr. Bambang Prajogo E.W., MS. Pakar Farmakognosi dan Fitokima UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Ketekunan dan rasa ingin menjadi manusia yang bermanfaat terus tertanam di benak Prof. Dr. Bambang Prajogo E.W., MS., sewaktu menempuh ilmu. Pakar Farmakognosi dan Fitokima yang dimiliki Universitas Airlangga tersebut tidak begitu memikirkan akan berprofesi seperti apa ke depannya, asal ilmu yang telah ia miliki bisa menjadi bagian dari sumbangsih untuk memecahkan permasalahan di masyarakat.

“Dari tekad itulah keilmuan saya di bidang Farmakognosi dan Fitokimia, mengantarkan saya memproduksi berbagai produk obat herbal yang bisa dimanfaatkan di masyarakat, salah satunya pil KB bagi pria,” terangnya.

Dalam kesempatan wawancara dengan tim UNAIR NEWS, Prof. Bambang menjelaskan bahwa tekadnya menekuni keilmuan Farmakognosi dan Fitokimia tersebut sudah ia tanamkan sejak menempuh pendidikan S1 di Universitas Airlannga pada tahun 1983. Kemudian ia juga menuntaskan pendidikan profesi apoteker di UNAIR pada tahun 1984 dan menuntaskan studi masternya di UGM.

“Sebelum melanjutkan ke program doktor, saya sempat mengikuti pendidikan kursus “Mid Career Training of Pharmacochemistry, Gadjah Mada University-Vrije University” pada tahun 1987 dan “Training of Good Laboratory University de Lausanne-Switzerland” pada tahun 1995. Tepat tujuh tahun setelahya (2002, red) saya menuntaskan studi doktor di UNAIR,” paparnya.

BACA JUGA:  Pengembangan Bahasa Daerah Butuh Dua Model Kelembagaan

Terjun di dunia pendidikan, Prof. Bambang sadar bahwa salah satu cara untuk menutaskan permasalahan dan bersumbangsih di masyarakat yakni dengan konsisten dalam penelitian. Banyak penelitianya yang mendapat dana hibah untuk dikembangkan dan dihilirisasi, beberapa diantaranya adalah isolat gendarusin A dari daun Justicia gendarussa Burm.f sebagai anti HIV dan Produksi Sediaan Fitofarmaka Kapsul Gandarusa (Justicia gendarussa Burm.f) sebagai obat pil KB pria.

“Saya selalu berfikir bahwa apa yang bisa disumbangkan itu harus bisa menjadi produk. Hal ini membutuhkan konsistensi riset saya untuk menyelesaikan permasalahan, karena minat saya fokus pada bidang reproduksi jadi saya fokus pada bahan alam yang bisa digunakan untuk reproduksi masyarakat, salah satunya pil KB untuk pria,” papar Prof. Bambang.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone