Prof. Yuwono merupakan salah satu pakar Farmasi yang banyak dimintai pendapat baik oleh Pemerintah Pusat maupun pihak Swasta (Defrina/UNAIR News)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Salah satu ahli di bidang Kimia Farmasi dengan spesialisasi analisis farmasi UNAIR adalah  Prof. Dr.rer.nat. Mochammad Yuwono, MS., Apt. Bidang yang digeluti Direktur Unit Layanan Pengujian ini antara lain pengujian obat, kosmetik, dan makanan. Bahan-bahan yang dikonsumsi oleh tubuh itu, memang mesti memenuhi standar dari sejumlah aspek. Misalnya, dari segi mutu, keamanan, dan khasiat serta pemenuhan kebutuhan bagi pengguna.

Dalam industri, kata reviewer proposal Pengmas Dosen pada Kemenristek-Dikti ini, bidang ilmu ini amat diperlukan. Baik saat ini, maupun di masa datang. Pemerintah juga membutuhkan para ahli dalam disiplin keilmuan ini. Mereka biasanya ditempatkan di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Maka itu, Reviewer pada Chiang Mai Journal of Science ini mengatakan, prospek lapangan pekerjaan bagi peminat bidang ini amat terbuka lebar. Kemampuan analisis farmasi dengan segenap perkembangannya berperan sentral. Semua produsen obat, makanan, dan kosmetik, sudah barang tentu memerlukan orang-orang yang sanggup menjaga kualitas produk.

Bahkan, ungkap alumnus Universitaet Wuerzburg ini, pihak-pihak yang membutuhkan SDM di bidang ini kerap menghubunginya untuk mencari referensi SDM yang bagus. Artinya, lulusan Fakultas Farmasi dengan kompetensi tersebut selalu dalam “incaran” dan dinanti-nantikan dunia kerja.

Keahlian Yuwono sendiri sudah mengantarnya menjadi tenaga ahli Direktorat Pengawasan Produk Terapeutik, Badan POM, PPOMN, dan PROM. Selain itu, dia juga kerap memberikan seminar maupun pelatihan soal pengujian obat, kosmetik, dan makanan di banyak daerah. Termasuk, diundang oleh Kementerian Kesehatan sebagai narasumber di banyak kesempatan. “Baik di masa sekarang, maupun di masa depan, peranan bidang analisis farmasi dalam masyarakat selalu sentral,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Latih Dokter Gigi Deteksi Dini HIV/AIDS dan Tuberculosis

Di samping tetap memberikan bimbingan pada mahasiswa tugas akhir di jenjang S1, S2, maupun S3, Yuwono juga aktif melakukan pengabdian masyarakat. Peraih tujuh penghargaan dari luar negeri (dua dari UNESCO dan lima dari DAAD) itu pun memiliki banyak publikasi internasional. Hal itu dilakukannya untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki. Penelitian harus selalu dijalankan dan “diabadikan” melalui karya ilmiah.

Di unit yang dipimpinnya, Yuwono membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa yang ingin magang. Dengan demikian, para talenta muda itu bisa memiliki pengalaman berharga sebelum manamatkan perkuliahan. Dikatakan lelaki yang tulisannya tentang Gas Chromatography ikut dibukukan dalam Ewing’s Analytical Instrumentation Handbook, Marcel Dekker, USA, ini, banyak lulusan Fakultas Farmasi yang langsung terjun bekerja sebagai profesional maupun melanjutkan studi ke luar negeri. Baik para sarjana yang ingin menggapai gelar master, maupun para master yang ingin mencapai gelar doktor/PhD. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Editor: Defrina Sukma Satiti

 

 

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone