Dr. Idha Kusumawati, S.Si., Apt., M.Si.
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Salah satu pakar UNAIR di bidang inovasi formulasi, dan metode analisis obat adalah Dr. Idha Kusumawati, S.Si., Apt., M.Si. dari Fakultas Farmasi. Perempuan yang mengenyam pendidikan S1 hingga S3 di kampus Airlangga ini memfokuskan diri pada obat berbahan alami. Betapa tidak, kekayaan alam Indonesia tidak terbantahkan lagi. Faktanya, bila ada kunjungan dari luar negeri, Fakultas Farmasi menjadi salah satu jujukan utama. Banyak orang asing yang ingin tahu soal obat herbal atau yang berbahan alami langsung dari para pakar di sana.

Obat berbahan alami membutuhkan formulasi dan analisis bahan yang pas. Sehingga, kualitas dan khasiatnya bisa terjaga. Maka itu, para ahli di bidang yang digeluti Idha saat ini sangat sentral perannya. Kemajuan di ranah obat-obatan yang bersemangat kearifan lokal patut digalakkan. Sebab, ini merupakan potensi besr bangsa Indonesia.

“Akselerasi formulation development dan analytical development sangat diperlukan. Sehingga, kemajuan di bidang obat-obatan berbahan alami bisa berjalan dengan baik dan optimal hasilnya,” ujar dia.

Idha aktif melakukan penelitian. Banyak karya peraih High Achievement Lecturer (1st rank) Fakultas Farmasi dan High Achievement Lecturer (3rd rank) UNAIR pada 2011 ini yang sudah dipublikasikan. Baik di level nasional maupun internasional. Misalnya, pada 2015 dia menulis publikasi internasional berjudul A New Indole Alkaloid from Voacanga Grandifolia (ChemInform) dan Physical Characterization and In Vivo Study of Ovalbumin Encapsulated in Alginate Microspheres (International Journal of Drug Delivery Technology).

BACA JUGA:  Prof David dan Kiprah “Memainkan” Pisau Bedah

Tahun lalu, dua karya ilmiah Idha disampaikan dalam konfrensi internasional bertajuk 2nd International Seminar on Pharmaceutical Science and Technology 2016. Yakni, Antiradical Activity Of Herbal Extract By Thin-Layer Chromatography With Visualizer-Videodensitometry dan Antitusive Activity Of Epms (Etil-P-Metoksi Sinamat) In Sulphur Dioxide (So2) Induced Cough Model In Mice.

Yang tak kalah menarik, Idha mengoleksi banyak paten. Pada 2012, dua paten dilahirkannya. Yakni, Formula Herba Pegagan (Centella Asiatica (L)Urban) Tunggal Dan Campuran Dengan Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L) Sebagai Obat Herbal Terstandar Untuk Mempercepat Penyembuhan Cabut Gigi dan Formula Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L) Sebagai Obat Herbal Terstandar Analgesik Topikal.

Sedangkan pada 2014, ada dua paten pula. Antara lain, Antibakteri hasil Streptomyces sp. B2 dan K2 serta penggunaannya sebagai antibakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) 12323701 dan Formula Ekstrak Dan Minyak Bekatul Serta Penggunaannya Sebagai Tabir Surya. Tahun lalu, dia kembali mengukir paten melalui Formula Obat Herbal Anti Tuberculosis. Tahun lalu, setidaknya ada empat karya intelektual Idha yang dipatenkan. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor: Defrina Sukma Satiti

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).