Ilustrasi UNAIR NEWS
Ilustrasi UNAIR NEWS
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga akan memberikan gelar doktor kehormatan kepada penerima nobel ekonomi tahun 2003 Profesor Robert Fry Engle III. Calon doktor kehormatan UNAIR itu dijadwalkan akan memberikan kuliah tamu berjudul “The Prospects for Global Financial Stability” di hadapan 2.000 peserta, Senin depan (20/2), di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR.

Siapakah Robert Engle? Selain menjadi sosok penerima nobel ekonomi pada tahun 2003, Engle merupakan pengajar dan peneliti di Stern School of Business, Universitas New York (NYU). Ia juga anggota National Academy of Science dan Dewan Penasihat International Peace Foundation. Saat ini, Robert Engle menjabat sebagai Direktur Institut Volatilitas Stern, NYU. Dia juga salah satu pendiri dan presiden dari The Society for Financial Econometrics (SoFiE), sebuah organisasi non-profit di NYU berskala global.

Namun, siapa sangka, penerima nobel ekonomi ini justru memiliki latar keilmuan sebagai sarjana Fisika. Robert Engle berhasil menamatkan pendidikan sarjana dari Williams College pada tahun 1964. Ia lantas melanjutkan pendidikan masternya di bidang Fisika di Universitas Cornell pada tahun 1966. Kiprah pendidikan formalnya di bidang Ilmu Ekonomi dimulai saat ia lulus dari Cornell tiga tahun kemudian, yakni tahun 1969.

Setelah menamatkan pendidikan doktornya, Robert Engle dipromosikan sebagai profesor madya Ilmu Ekonomi di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia kemudian menjadi pengajar di Universitas California, San Diego (UCSD) pada tahun 1975. Dua tahun kemudian, ia didapuk menjadi profesor di UCSD pada tahun 1977. Sampai sekarang, selain ia menjadi pengajar di NYU, Robert Engle juga menjadi profesor emeritus dan masih aktif meneliti di UCSD.

Profesor berusia 75 tahun itu bahkan masih aktif melakukan review terhadap jurnal-jurnal ilmiah di bidang ekonomi. Salah satu jurnal tentang ekonomi yang ia gawangi saat ini sebagai asisten editor adalah “Journal of Applied Econometrics”.

Menerima nobel

Pertemuannya dengan Profesor Clive W.J. Granger dari UCSD mengawali karirnya sebagai pengajar ekonomi perkotaan di UCSD. Seperti dilansir dalam laman resmi Nobel Prize, Robert Engle bahkan menyebut permulaan karirnya sebagai pengajar di UCSD adalah masa keemasan untuk mengembangkan ekonometrika rangkaian waktu.

Tahun 2003, Robert Engle bersama dengan Profesor Clive W.J. Granger dari UCSD menerima nobel ekonomi. Keduanya mengembangkan metode analisis rangkaian waktu ekonomi dengan volatilitas yang bervariasi dengan waktu. Ia mengerjakan sebagian besar karya terbaiknya di era 70-an dan 80-an, ketika ia tengah mengembangkan teknik matematis yang lebih baik untuk mengevaluasi dan memprediksi risiko secara lebih akurat.

“Penghargaan Nobel Ekonomi adalah bentuk pengakuan yang luar biasa atas kinerja yang telah saya lakukan selama sekian tahun bersama mahasiswa dan kolega peneliti. Kami telah bekerja keras sekaligus merasa beruntung karena apa yang kami kembangkan begitu penting untuk diterapkan dalam bidang keuangan. Saya masih begitu heran bagaimana ide yang sederhana bisa berkembang sedemikian rupa,” tutur Robert Engle.

BACA JUGA:  Konsulat Jenderal AS Surabaya Berbagi Seputar Pemilihan Umum

“Menengok perjalanan karir saya sebelumnya, (menerima) penghargaan Nobel adalah titik puncak bagi karir saya. Saya merasakan adanya kasih sayang yang lebih, ya, walaupun kurang dramatis sih. Ini adalah masa-masa di mana saya menemukan wawasan. Masa-masa di mana saya menemukan topik penelitian baru, atau harus diakui bahwa ada masa-masa yang terlihat tidak berhubungan, tapi nyatanya ada hubungannya,” imbuh Robert Engle.

Teknik yang ia kembangkan dapat memudahkan para peneliti untuk menguji, apakah volatilitas sebuah masa berhubungan dengan volatilitas di masa yang lain. Penelitian ini relevan dengan analisis pasar uang, di mana nilai investasi pengembalian aset dianalisis berdasarkan risikonya dan menentukan harga saham yang akan menunjukkan volatilitas yang ekstrem.

Masa turbulensi ekonomi yang kuat dapat mengakibatkan fluktuasi harga yang besar dalam pasar saham. Sering kali, hal ini diikuti dengan fluktuasi yang kecil dan relatif tenang. Sejalan dengan model pendekatan ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) milik Robert Engle, volatilitas yang banyak terjadi adalah kekeliruan acak, yang bergantung pada kekeliruan sebelumnya, sebab kekeliruan yang masif akan diikuti kekeliruan yang masif, dan kekeliruan kecil akan diikuti oleh kekeliruan kecil pula. Hal ini berlawanan dengan model sebelumnya di mana kesalahan acak diasumsikan konstan dari waktu ke waktu.

Metode dan model ARCH milik Robert Engle menyebabkan bertambah dan berkembangnya alat untuk menganalisis saham serta memudahkan para ekonom untuk membuat prediksi yang lebih akurat. Robert Engle mengembangkan model statistik volatilitas baru yang bisa menangkap kecenderungan harga saham dan variabel keuangan lainnya untuk bergerak di antara periode volatilitas yang tinggi dan volatilitas yang rendah.

Metode dan model ARCH telah menjadi alat yang sangat diperlukan, bukan hanya untuk peneliti, tetapi juga analis pasar keuangan yang menggunakannya untuk menentukan harga aset dan mengevaluasi  risiko portofolio. Sebagian besar dari metode ini ditampilkan di laman inovasi publik V-LAB di mana perkiraan volatilitas harian dan korelasi dari lebih seribu aset dapat ditemukan.

Di tengah rutinitasnya dalam meneliti di bidang ekonometrika keuangan yang meliputi ekuitas, suku bunga, nilai tukar dan opsi harga, ia kini tengah mengembangkan metode untuk menganalisis sistem aset yang lebih besar, volatilitas waktu nyata, pasar mikro, dan pergerakan pasar yang ekstrem, dan keinginannya untuk melanjutkan analisis tentang pasar keuangan.

Profesor kelahiran Syracuse, New York, Amerika Serikat ini juga telah menerbitkan lebih dari seratus artikel ilmiah dan menulis empat buku. Penelitiannya juga telah menghasilkan model statistik yang inovatif seperti ko-integrasi, fitur umum, autoregressive conditional duration (ACD), model CAViaR dan korelasi prasyarat yang dinamis (DCC/dynamic conditional correlation).

Dilansir dari laman International Peace Foundation dan Nobel Prize

Penulis: Defrina Sukma S

Editor: Nuri Hermawan