Para calon atlet AIDEX menyeret ban sejauh 19,6 kilometer. (Foto: Istimewa)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga (WANALA) yang tergabung dalam tim Airlangga Indonesia Denali Exepedition (AIDEX) kembali menempa fisik. Kali ini, calon atlet AIDEX berlatih melakukan teknik sledding (menyeret ban truk) dan menggendong beban di jalanan menanjak penuh tikungan di Cangar, Pacet, Mojokerto.

Pelatihan yang dilakukan, Sabtu (11/2), ini merupakan aktivitas pengganti trail running yang biasanya dilaksanakan dua minggu sekali di kawasan Gunung Arjuno.

Kegiatan sledd ini diikuti oleh 4 orang calon atlet, yaitu Septian Rio, Muhammad Faishal Tamimi, Yasak, Moch Roby Yahya. Selain tim atlet ada pula tim pendukung dari anggota WANALA yaitu Ignatius Cristian Wicaksono (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Novi Dwanty (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Panji Layang (Fakultas Ilmu Budaya), Nahdiyatul Ifa (Fakultas Vokasi), serta Revin Gilang (FIB).

Para calon atlet mulai mendaki pada ketinggian 678 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan titik akhir berada di ketinggian 1.610 mdpl. Para atlet harus menempuh jarak sejauh 19,6 kilometer dari bumi perkemahan Obech ke Pemandian Air Panas Cangar.

“Sledd ini dimulai dari Basecamp obech camping ground Pacet menuju pemandian air panas Cangar dan kembali lagi ke titik start,” terang Faishal.

Menurut Faishal, tim operasional ini bertugas untuk menyertai para calon atlet karena kondisi wilayah Cangar yang cukup ramai. Selain itu, tim operasional juga berperan sebagai tim medis, dokumentasi kegiatan, dan konsumsi.

BACA JUGA:  Atlet Denali Latihan Tarik Ban Truk Keliling Kampus

“Pada pukul 07.00 tim melakukan sarapan pagi, kemudian pukul 07.45 tim melakukan pemanasan dilanjutkan dengan doa dan mulai start kegiatan mountaineering ini pada jam 7.56 pagi dengan cuaca mendung mesra dengan kondisi berkabut. Namun, pada jam 10 pagi, cuaca sangat tidak mendukung dengan adanya hujan angin yang cukup deras. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat juang para tim ekspedisi,” terang Faishal.

“Tim sampai di pemandian air panas cangar pada pukul 14.04 kemudian tim melakukan makan siang dan istirahat hingga pukul 15.30 dan dilanjutkan perjalanan kembali ke basecamp hingga pukul 18.10,” imbuhnya.

Berdasarkan pengukuran termometer, suhu terpanas pada waktu itu mencapai 28,9C, sedangkan suhu terdingin ketika hujan angin yaitu 19,8C. Menurut Yasak, kondisi di Cangar memang jauh berbeda dengan Denali. Namun, dengan kondisi tempat latihan yang cukup menanjak, bisa dijadikan sebagai sarana bagi para atlet berlatih.

“Kondisi ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan di Alaska, bisa saja blizzard (angin keras dan dingin disertai salju, red) terjadi secara tiba-tiba, dengan cuaca ekstrem yang seperti ini mampu menambah semangat para atlet untuk tabah sampai akhir,” tutur Yasak.

 

Penulis: Wahyu Nur Wahid (tim AIDEX)

Editor: Defrina Sukma S