Pembukaan Camp Pengabdian dihadiri warga dan anak-anak Dusun Gegunungan. (Foto: Istimewa)
Pembukaan Camp Pengabdian dihadiri warga dan anak-anak Dusun Gegunungan. (Foto: Istimewa)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS - Tri Dharma Perguruan tinggi seyogyanya tumbuh dalam jiwa mahasiswa. Salah satu bentuk Tri Dharma yang harus dimiliki yaitu pengabdian kepada masyarakat. Selaras dengan tujuan tersebut, Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga mengadakan Camp Pengabdian di Dusun Gegunungan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Beragam pengmas dilakukan para mahasiswa terhitung sejak 22-27 Januari lalu. Selain bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal jati diri, bahwa mereka akan kembali ke masyarakat.

Pada malam pembukaan, Minggu (22/01), masyarakat setempat melakukan penyambutan tim Camp Pegabdian. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa.

“Meskipun sempat khawatir tidak banyak warga yang datang, namun antusiasme warga dan anak-anak menjadi penyemangat untuk melakukan kegiatan di hari-hari berikutnya,” tutur Anif Faricha Mantika, panitia camp pengabdian.

Beragam pengmas yang dilakukan yaitu Bidikmisi Mengajar, renovasi perpustakaan di SD-SMP Satu Atap Singgahan, pemeriksaan kesehatan, mengajar ngaji di TPQ, sosialisasi pendidikan, perlombaan, dan senam. Selain itu, kegiatan nonton bareng dan cangkruk bersama warga turut mempererat jalinan kekeluargaan antara tim camp pengabdian dengan warga sekitar. Sehingga, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi terkait berbagai hal.

BACA JUGA:  Profesor Tahir Bicara Filantropi dan Riset di UNAIR

Anif menuturkan, intensitas kegiatan mahasiswa yang berorientsi pada masyarakat di Dusun Gegunungan sangat minim. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan peran aktif dari mahasiswa. Misalnya dalam hal kebersihan serta tingkat pengetahuan dan kepedulian sanitasi rumah tangga masih kurang. Selain itu, masyarakat tidak sepenuhnya tersentuh oleh program pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan minimnya kepemilikan BPJS.

“Harapannya, mahasiswa utamanya mahasiswa Bidikmisi dapat belajar mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa Bidikmisi dapat mengenyam pendidikan perkuliahan dari uang rakyat, maka sudah semestinya kembali ke rakyat,” tutur Muhammad Nur Syamsi, Project Orginizer Camp Pengabdian. (*)

Penulis : Siti Nur Umami
Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone