Pakar Sejarah Tionghoa Bicara Pernak-pernik dan Harapan Imlek

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Tahun Baru Imlek. (Foto: Liputan6.com)

UNAIR NEWS – Tahun Baru Imlek atau Sin Cia tak hanya berkaitan dengan urusan angpau atau selebrasi barongsai. Sin Cia juga merupakan perayaan menyambut musim semi, musim yang menurut etnis Tionghoa dipercaya  memberikan kegembiraan kepada seluruh manusia. Tibanya musim semi dirasakan  sebagai sesuatu yang membawa kehidupan baru, simbol tumbuhnya sesuatu yang baru dan memberikan harapan dan keinginan baru dalam hidup.

Hari Raya Imlek juga menjadi momen pertemuan anggota keluarga sekali dalam setahun, mendekatkan yang jauh dan merekatkan yang dekat, saling silaturrahmi dan juga berbagi cerita. Perayaan ini terasa penting ketika setiap anggota keluarga maupun tetangga saling memberi kasih, saling mengayomi dan membuka lembaran baru. Itulah rangkuman awal perbincangan UNAIR News dengan Sintha Devi Ika Santhi Rahayu, S.S., M.A., selaku dosen Ilmu Sejarah UNAIR yang fokus dalam sejarah etnis Tionghoa.

Sintha bercerita tentang harapan etnis Tionghoa yang disimbolkan pada perayaan Imlek. Menurutnya, etnis Tionghoa yang masih memegang tradisi leluhur, perayaan Imlek menjadi kegiatan rutinitas setiap tahunnya, perayaan yang sangat kental dengan sejarah panjang sebagai simbol harapan baru dalam sebuah kehidupan.

“Perayaan Imlek sudah ada dan menjadi tradisi orang-orang Tionghoa ribuan tahun lalu, bahkan terkait dengan hal itu, keberadaan etnis Tionghoa di Indonesia lebih dulu ada bila dibandingkan dengan orang-orang Belanda,” tutur Shinta.

“Perayaan Imlek dari masa kemasa itu berubah-ubah sesuai selera para penyelenggara atau yang merayakan Imlek serta bagaimana kebijakan pemerintah. Bahkan perayaan ini sempat dilarang pada era Orde Baru,” imbuhnya.

Shinta juga bercerita banyak tentang perayaan Imlek, terkait pernak-pernik perayaan Imlek yang ada hubungannya dengan ritual, tantangan, dan juga simbol pelengkap lainnya. Berbicara tentang ritual misalnya, perayaan Imlek yang identik dengan warna merah seperti rumah merah, lampion merah, amplop merah, kue merah, dan juga baju merah, hal tersebut menandakan bahwa etnis Tionghoa memiliki harapan untuk selalu diberikan kehidupan yang bahagia, makmur dan sejahtera.

Kemudian, lanjut Shinta, ritual lain adalah memakai baju baru yang berarti membuka lembaran baru, menghidangkan berbagai jenis kue yang rasanya manis dan lengket dengan harapan selalu dijauhkan dari yang pahit atau jahat.

“Memang banyak ritual dilakukan demi terwujudnya harapan, mulai dari rumah sendiri hingga puncak acara pada malam kelima yang biasa disebut Cap Go Meh,” cerita Shinta yang juga alumnus Ilmu Sejarah UNAIR.

 

Sintha Devi Ika Santhi Rahayu, S.S., M.A., ahli sejarah Tionghoa. (Foto: Istimewa)

Seperti yang tadi disebutkan, selain ritual ada juga pantangan, di antaranya adalah bagi yang belum menikah, tidak boleh memberikan angpau, makan mi tidak boleh diputus atau juga makan ikan tidak boleh dibalik. Hal tersebut berkaitan dengan harapan untuk diberikan jodoh, umur panjang dan juga dijauhkan dari segala kejahatan.

“Tantangan-tantangan pada saat perayaan imlek diantaranya sudah dikenal dimasyarakat, seperti pemberian angpau kepada yang belum memiliki pasangan,” ungkap Shinta yang sesekali tertawa ketika bercerita.

Ada hal lain yang juga menjadi pelengkap dalam perayaan Imlek, yaitu shio dan barongsai. “Tahun ini shionya adalah ayam api yang menandakan kepribadian yang jujur, energik, cerdas, fleksibel, dan memiliki rasa percaya diri yang kuat. Jadi harapan etnis Tionghoa pada tahun ini untuk Indonesia bisa jauh labih baik dari tahun 2016, “ tegasnya.
“Nah untuk barongsai sendiri yang identik dengan binatang Singa, adalah kepercayaan mereka akan binatang singa bisa mengusir keburukan-keburukan, arwah-arwah jahat dan hal-hal yang tidak baik” pungkasnya.

 

Penulis: Ahmad Janni

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu