Tahun Ini, Kuota SNMPTN dan SBMPTN Berbeda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., saat memberikan sosialiasi di SMAN 5 Surabaya. (Foto: Dilan Salsabila)

UNAIR NEWS – Peraturan mengenai mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 resmi diumumkan pertengahan Januari lalu. Banyak upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk memberikan wawasan mengenai jalur masuk PTN kepada siswa maupun orang tua siswa.

Salah satunya, pihak SMAN 5 Surabaya yang mengundang pihak Universitas Airlangga untuk menjelaskan mekanisme SNMPTN dan SBMPTN terbaru di hadapan siswa dan orang tua siswa, Kamis (25/1).

Kepala SMAN 5 Surabaya Sri Widiati, S.Pd., M.M., mengungkapkan, mekanisme terbaru patut diketahui oleh siswa dan wali siswa. Tujuannya, dengan mengetahui mekanisme terbaru, peserta bisa menghadapi kemungkinan proses seleksi yang berdasarkan jejak rekam akademis rapor, alumni, dan sekolah itu.

“Tahun ini banyak aturan yang berubah, makanya kami mengundang UNAIR untuk ke sini. Meski kuota SNMPTN tahun ini turun, saya berharap semoga 50 persen kuota SNMPTN yang ada, seluruh siswa SMAN 5 yang ikut seleksi bisa lolos,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Widiati, Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR Drs. Suko Widodo, M.Si., menjelaskan, perubahan yang menyangkut proses SNMPTN merupakan ketentuan panitia pusat. Bila memang ada mekanisme yang masih belum dipahami, pihak UNAIR terbuka dan siap melayani pelayanan informasi.

“Kuota tahun lalu 75 persen, tahun ini hanya 50 persen, yang menentukan panitia pusat di Jakarta. Kami juga terus melayani apabila bapak ibu semua ingin tanya tentang UNAIR. Kami sangat terbuka,” terangnya.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM yang turut hadir dalam acara yang digelar di Aula SMAN 5 Surabaya tersebut menuturkan, kebijakan perubahan kuota diterapkan agar siswa peserta yang lolos seleksi, memiliki jejak rekam akademis yang tak diragukan.

“Jadi 50 persen ini merupakan babak penyisihan di awal. Kemudian akan diseleksi lagi ketika SNMPTN dengan seluruh peserta yang mendaftar,” terangnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu