Kampanye ‘Fisika Menyenangkan’ di Ujung Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga memiliki keunggulan penelitian dalam bidang fisika medis dan biooptika.  Baik mahasiswa dan dosen sedang gencar melakukan penelitian dalam dua bidang tersebut. Hal itu diungkapkan oleh pengajar S-1 Fisika sekaligus Koordinator Prodi S-1 Fisika Prof. Dr. M. Yasin, Drs., M.Si, sembari menunjukkan penelitian yang kini sedang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswanya.

“Karena orientasinya UNAIR di bidang medis, maka lebih banyak yang bernuansa medis. Misal, serat optik. Dari kajian serat optik ini bisa dikembangkan untuk deteksi detak jantung. Ini contohnya, paper yang sudah accepted, tapi ini masih model,” tutur Yasin.

Ada pula mahasiswa yang melakukan penelitian mengenai fisika material. Pokok bahasan yang dikaji adalah penambahan logam untuk kandidat tulang keras. Ada pula rancang bangun instrumentasi medis.

Dyah Hikmawati, M.Si, salah satu pengajar Fisika Material, turut menambahkan pernyataan Yasin. Menurut Dyah, mahasiswa juga kerap dilibatkan dalam payung penelitian dosen. “Dosen memiliki payung penelitian dan melibatkan mahasiswa dalam pengerjaannya,” tutur Dyah.

Pengabdian

Sebagai langkah untuk mengenalkan prodi Fisika ke publik, pengajar Departemen Fisika juga punya agenda pengabdian masyarakat ke sekolah menengah atas di berbagai daerah di Jawa Timur. Agenda pengabdian ini menjadi acara rutin tahunan yang digelar para dosen.

Dalam pengabdian masyarakat, guru dan pelajar SMA dibekali mengenai pengetahuan umum, metode, serta aplikasi Fisika dalam kehidupan sehari-hari. “Dikelola Departemen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika untuk guru dan murid agar lebih tertarik di Fisika. Kita mengenalkan robot ke siswa, dan bagaimana cara membuat robot sederhana,” tutur Yasin.

Agar motivasi mereka belajar S-1 Fisika di UNAIR kian meningkat, biasanya para pengajar memperkenalkan dosen Fisika yang berasal dari daerah tujuan pengabdian masyarakat. Di Pacitan, misalnya, para siswa juga diperkenalkan oleh Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si., Guru Besar Fisika bidang Biooptika. Begitu pula dengan promosi prodi di Sumenep.

“Di samping kita juga promosi. Ini lho putra Pacitan sudah ada yang jadi profesor. Sekaligus memotivasi supaya lebih banyak anak yang dari Pacitan. Sumenep juga begitu. Ada doktor seperti bu Aminatun (Dr. Ir. Aminatun, M.Si). Beliau diminta untuk berbicara di alumninya sendiri. Kita undang SMA-SMA di sekitarnya. Kita beri tema yang lagi in seperti robotika, supaya mereka mau belajar Fisika,” ujar Dyah menambahkan.

Sampai saat ini, setidaknya ada delapan daerah yang pernah dikunjungi oleh para pengajar Departemen Fisika untuk melakukan sosialisasi mengenai prodi-prodi, di antaranya Madiun, Trenggalek, Mojokerto, Jombang, Tuban, Gresik, Pamekasan, dan Sumenep.

“Kita ganti-ganti tempat. Kita ingin membangkitkan mereka untuk suka terhadap Fisika. Kita setiap tahun ada SE (self-evaluation), mahasiswa-mahasiswa yang masuk dari Fisika UNAIR itu dari mana saja. Daerah-daerah yang kebetulan nggak pernah ada di mana. Itu bisa jadi menjadi sasaran. Kita pengabdian di sana sekaligus promosi jurusan Fisika,” pungkas Dyah.

Penulis: Defrina Sukma S
Editor : Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu