Terapkan Metode Visualisasi Sejarah pada Mahasiswa hingga Guru SMA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pembuatan film dokumenter pada mata kuliah Visualisasi Sejarah oleh mahasiswa Ilmu Sejarah UNAIR (Foto: Nurie Sitta Masruri)

UNAIR NEWS – Beragam cara diinisiasi para dosen untuk membuat materi pengajaran sejarah menjadi menyenangkan. Seperti yang digagas oleh para dosen di Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Visualisasi sejarah, yaitu dengan mendokumentasikan peristiwa sejarah ke dalam sebuah film, menjadi media yang cukup efektif untuk melakukan transfer pengetahuan.

Pada tahun 2015 lalu, Departemen Ilmu Sejarah melakukan pengabdian masyarakat ke salah satu SMA di daerah Tuban. Pengabdian masyarakat tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada guru berkaitan dengan metode pengajaran sejarah dengan menggunakan media visual.

“Sosialisasi pengajaran sejarah dengan metode visualisasi menggunakan film, agar pembelajaran sejarah tidak teks book lagi. Yang kita sampaikan dalam pengmas adalah metode pengajaran sejarah sekarang menggunakan film dokumenter,” ujar Gayung Kasuma, Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah UNAIR.

Sebagian film yang digunakan ketika sosialisasi adalah film-film yang diproduksi oleh mahasiswa Ilmu Sejarah yang mengambil mata kuliah Visualisasi Sejarah. Beberapa judul film yang mereka buat diantaranya Sejarah Lontong Balap, Sejarah Kebun Binatang Surabaya.

Film-film pendek yang diproduksi mahasiswa Ilmu Sejarah itu, juga disebarluaskan melalui akun YouTube. Tujuannya, agar jangkauan masyarakat yang mengakses produksi film buatan mahasiswa lebih luas.

“Ketika pengmas, kami beri motivasi. Karena generasi yang berbeda, kadang belum begitu akrab dengan hal-hal seperti itu (visualisasi, -red). Pengmas ini memotivasi guru untuk mengajarkan sejarah kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan,” tambah Gayung.

Nurie Sitta Masruri, mahasiswa Ilmu Sejarah yang mengambil mata kuliah Visualisasi Sejarah, bercerita perihal asiknya mempelajari mata kuliah Visualisasi Sejarah.

“Di visualisasi itu ga hanya diajarkan membuat film, tapi juga diajarkan sedikit fotografi. Yang saya dapatkan adalah cara agar dapat gambar yang bercerita. Jadi, pas syuting nih, kita kudu peka sama momen. Juga gimana menempatkan orang dalam frame kamera yang pas. Biar pas jadi film, filmnya ga asal-asalan. Nah, hal-hal semacam itu yang diajarkan,” ujar Nurie.

Nurie menambahkan, film bertema sejarah sangat cocok dibuat bahan pembelajaran siswa. Sebab, ada perpaduan antara teks dan visual. Ia juga berharap, dengan melihat tayangan visual bertema sejarah, banyak pihak yang berinisiatif membuat konten serupa dengan gadged yang mereka miliki.

“Materi berbentuk media visual cocok untuk pembelajaran sejarah, apalagi anak sekolah. Karena sekarang jamannya gadget. Apa-apa di Android. Contohnya buku online (e-book). Anak sekarang kan suka bikin video terus dimasukkan YouTube or Instagram. Dan dengan cara menonton video itu mereka jadi bisa meniru banyak hal,” ujar Nurie. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu