Strategi Menghadapi Dinamika Perekonomian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Harryadin Mahardika, Ph.D saat memaparkan materi terkait pendidikan Magister Manajemen di Indonesia di Aula Fadjar Notonagoro FEB UNAIR, Selasa (17/1). (Foto: Siti Nur Umami)

UNAIR NEWS – Perekonomian global bergerak dinamis seiring perkembangan teknologi. Gejolak internal dan eksternal menjadi tantangan bagi ketahanan bisnis nasional. Ihwal tersebut menjadi momentum kebangkitan bisnis atau bahkan keterpurukan.

Selaras dengan fenomena tersebut, Executive Development Program (EDP) Magister Manajemen FEB menghelat seminar bertajuk “CEO FORUM STRATEGIC MANAGEMENT FACING VUCA”, pada Selasa (17/1).

Seminar tersebut bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen dalam menghadapi kondisi global yang vulnerable (mudah berubah), uncertainty (tidak pasti), complexity (kompleks), dan ambiguity (bermakna dua).

Selain itu, seminar tersebut juga membangun awareness (kesadaran) terhadap berbagai probabilitas aktivitas manajemen di masa depan. Dengan pemaparan kondisi makro dan mikro ekonomi dari tahun ke tahun, sehingga mampu membuat rencana strategis.

Seminar yang dihelat di Aula Fadjar Notonagoro FEB UNAIR ini dihadiri kurang lebih 200 peserta, baik dari praktisi maupun akademisi. Pemateri pun dihadirkan dari berbagai sektor bisnis, yaitu Sabam Hutajulu, PhD (CEO PT Tugu Pratama Indonesia), Mohammad Syafiudin, MBA (Chief HR Officer PT TPS), Harryadin Mahardika, Ph.D (KPS MM UI), dan Faisal Ramadhan (Wakil Pimpinan Cabang BNI Syariah).

“Dalam menghadapi VUCA, PT Tugu Pratama menanamkan pohon tugu yang berlandaskan sincerity, peningkatan kualitas teknologi, diversifikasi produk, Initialing Public Offering (IPO), AM Best Rating, dan pembentukan Tugu School Leadership untuk membangun karakter pegawai,” tutur Sabam Hutajulu.

Untuk membangun karakter pegawai, Sabam berupaya untuk bertemu langsung secara rutin dengan 220 pegawai di perusahaan yang dipimpinnya. Selain itu, PT Tugu Pratama juga menerapkan open information kepada pegawainya. Menurut Sabam, informasi yang terbuka menumbuhkan rasa kepemilikan pada bisnis.

“Saya ingin mereka tidak sekadar bekerja dan pulang, tapi juga memahami tujuan perusahaan,” tandasnya.

Begitu halnya dengan PT TPS, Syafiudin mengungkapkan betapa pentingnya pegawai dengan kategori spriritual calling. Menurutnya, hal tersebut membuat para pegawai menganggap bahwa sebuah pekerjaan tidak berorientasi pada gaji, melainkan kualitas kinerja dan pelayanan.

Selain itu, Wakil Pimpinan Cabang BNI Syariah Faisal mengungkapkan, unsur spiritualisme dalam bekerja sangat penting untuk membangun sinergi kerja, baik direktur kepada karyawan atau sebaliknya.

“Semoga dalam forum ini saya atau hadirin dapat menambah ilmu, serta meningkatkan spiritualisme kita masing-masing,” kata Faisal. (*)

Penulis : Siti Nur Umami
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu