Memutar Video untuk Pahami Rumus Fisika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR

UNAIR NEWS – Fisika memang identik dengan berbagai rumus untuk menyelesaikan soal-soal. Dari rumus-rumus itu, tak sedikit yang merasa pusing dengan berbagai formula yang harus dihafal di luar kepala.

Koordinator program studi S-1 Fisika, Prof. Dr. M. Yasin, Drs., M.Si, tak memungkiri hal tersebut banyak terjadi di kalangan pelajar. Ia bahkan pernah merasa bingung untuk memberikan jawaban ketika ditanya defnisi tentang atom oleh anaknya yang masih berseragam putih biru.

“Saya punya pengalaman anak saya yang SMP. Apa itu atom? Saya kepikiran, bagaimana mengajarkan atom kepada anak SMP yang belum waktunya,” tutur Yasin.

Metode pembelajaran menjadi hal penentu. Oleh karena itu, harus ada inovasi terhadap cara mengajar agar konsep-konsep dasar yang susah dipahami bisa diimbangi dengan model belajar yang menarik. Tujuannya, agar pelajar menjadi suka dengan ilmu yang mempelajari fenomena alam itu. Hal yang diterapkan oleh Yasin dalam mengajar mahasiswanya antara lain memutar video yang relevan dengan materi yang ia ajarkan.

“Kalau saya biasanya sebelum masuk ke materi, dikenalkan dulu aplikasinya di industri. Misalnya, saya mengajar optika laser. Saya gambarkan, oh laser itu lho banyak aplikasi di industri, di kereta api untuk motong baja. Untuk kecantikan. Baru setelah itu mereka tertarik masuk ke rumus-rumus,” terang Yasin.

Senada dengan Yasin, Dyah Hikmawati, M.Si, salah satu pengajar Fisika Material mengatakan, rumus-rumus dalam Fisika hanya sebagai salah satu cara untuk memecahkan persoalan yang tengah dihadapi. Padahal, dengan belajar Fisika, masyarakat bisa mengeksplorasi potensi di dalamnya.

“Masyarakat belum melihat Fisika sebagai sesuatu yang indah. Padahal kalau kita bangkitkan itu dari indahnya Fisika, akan menimbulkan motivasi yang luar biasa. Mereka hanya mengolah rumus-rumus dengan cara yang matematis. Padahal rumus-rumus itu membantu bagaimana ceritanya itu singkat,” tutur Dyah.

Di Fisika UNAIR, proporsi antara belajar di kelas dan praktikum di laboratorium juga berimbang. Selain praktikum dasar pada semester satu dan dua, mahasiswa juga diajak untuk melakukan eksperimen Fisika pada tingkat lanjut.

“Kita ada eksperimen I, II, elektronika, pemrograman komputer. Itu yang menambah skill. Di samping pemahaman melalui teori di kelas, kita juga ada praktik,” tutur Yasin.

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu