Meneliti ‘Macaranga’, Eva Marliana Lulus Terbaik S-3 FST UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
WISUDAWAN terbaik S3 FST, Eva Marliana, lulus dengan IPK 3.96. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Melihat kondisi wilayah di Kalimantan Timur yang endemik Malaria, maka bertepatan dengan tugas studi S-3 dari beasiswa PPDN (Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri) Kemenristek Dikti, Eva Marliana mengangkat topik tersebut menjadi bahan disertasinya. Disertasi itu kemudian menunjang Dr. Eva Marliana lulus sebagai wisudawan terbaik S-3 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan IPK 3.96, nyaris sempurna.

Mayoritas penduduk suku Dayak di Kaltim masih memanfaatkan sumber daya alam sebagai obat tradisional. Karenanya topik disertasinya ini bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah Kaltim melalui tumbuhan Macaranga sebagai obat herbal. Disertasi Eva itu berjudul “Hubungan Struktur Senyawa Flavonoid Macaranga Kalimantan terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antiplasmodial”.

IPK yang tinggi tersebut diakui tak lepas dari kerja keras dan kedisiplinan yang ia bangun sehari-hari. Apalagi budaya ilmiah dan kerja keras itu sudah tertanam kuat di FST UNAIR. Hal inilah yang ingin ia adopsi dan terapkan di Universitas Mulawarman, tempat Eva bekerja.

“Semangat mahasiswa dan dosen menjadi motivasi dalam kuliah ini. Mahasiswa disini pantang menyerah walau beban tugasnya tiada henti,” jelas ibu dua anak ini.

Sebagai seorang ibu, ia harus mampu untuk memberi motivasi dan menjadi sosok inspirator dalam pembentukan karakter bagi anaknya. Selain itu, motivasi terbesar yang ia peroleh yaitu keinginan untuk memberikan kado terindah kepada kedua orang tuanya. Sebab, kata Eva, orang tuanya berharap putrinya ini dapat menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya, walau kedua orang tua itu hanya lulusan Sekolah Dasar.

Eva terlahir dari keluarga militer. Tentu, karakter disiplin tertanam sejak kecil. Ia telah banyak melahirkan berbagai prestasi sejak SD, misalnya selalu menjadi juara kelas sejak SD hingga SMA. Selain itu aktif dalam ekstra kurikuler Pramuka, menjadi Ketua OSIS di SMP, Pelajar Teladan SMP se-Kotamadya Padang, Juara atletik lari 100 m dan 200 m mewakili Kota Padang di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Ia juga pernah dijuluki sebagai “Eva kecil si komandan upacara”.

Selain menjadi akademisi di UNMUL, tugas seorang ibu dan isteri merupakan tugas utama yang wajib dilaksanakan. Setiap Jumat, ia harus pulang dari Samarinda ke Nganjuk, dan satu bulan sekali harus ke Malang. Aktivitas ini rutin ia lakukan demi terkontrolnya pendidikan kedua anaknya. (*)

Penulis: Disih Sugianti
Editor: Binti Quryatul Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu