Beri Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, FK UNAIR Pecahkan Rekor

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Praktik pelatihan bantuan hidup dasar di Pondok Pesantren Gontor Putri, Kediri. (Foto: Defrina Sukma S.)

UNAIR NEWS – Sivitas akademika Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di bidang pengabdian masyarakat. Kali ini, para dokter di Departemen Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, memecahkan rekor pada Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (LEPRID), Minggu (25/12).

Berlokasi di Pondok Pesantren Gontor Putra 3 dan Putri 5 Kediri, kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) diikuti oleh sekitar 1.656 santriwan dan santriwati. Sedangkan, kegiatan ini sendiri melibatkan 400 instruktur yang terdiri dari 21 dokter spesialis anestesi, 69 dokter umum, 175 mahasiswa FK UNAIR, dan 135 tenaga medis lainnya.

Kegiatan pelatihan BHD yang melibatkan para instruktur dan santri itu memecahkan dua rekor. Pertama, pemecahan rekor pada pelatihan massal BHD dengan jumlah peserta terbanyak. Kedua, di pondok putri, rekor yang dipecahkan adalah pelatihan massal BHD dengan instruktur dan peserta seluruhnya perempuan terbanyak yakni 600 orang. Ketiga, di kedua tempat, pijat jantung massal tanpa berhenti selama 15 menit dengan total 198.000 kali pijatan. Sedangkan, dalam pelatihan, mereka menggunakan manekin sebagai alat bantu peraga.

Penghargaan dari Lepri diberikan kepada FK UNAIR sebagai pemrakarsa kegiatan, RSUD Dr. Soetomo, RS UNAIR, RS dr. Saiful Anwar, RS dr. Soedono, dan pihak Perdati sebagai pihak pendukung kegiatan, pimpinan Ponpes Gontor 3 dan 5 sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

“Hari ini, kita bukan hanya menciptakan rekor baru di Indonesia tetapi juga dunia,” tutur Paulus Pangka, Direktur Utama LEPRID, ketika memberikan penghargaannya kepada Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat awam, dalam hal ini santri Gontor, mengenai pentingnya BHD. Penggagas pelatihan BHD yang juga ketua panitia acara Prananda Surya Airlangga, M.Kes., dr., Sp.An (K), mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat, sekaligus penelitian dan pencapaian prestasi.

“Harapannya, dengan santri dibekali ilmu itu, bisa diterapkan kepada masyarakat. Nanti dia akan bisa membantu dalam kondisi-kondisi emergency (gawat darurat) yang bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan siapa saja,” tutur dokter Airlangga.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, UNAIR bekerja sama dengan berbagai pihak yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Perhimpunan Dokter Anestesi dan Intensivis Indonesia cabang Jawa Timur, RSUD dr. Saiful Anwar Malang, RSUD dr. Soedono Madiun, RS UNAIR, RS Paru Jember, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat.

Sebelumnya, para akademisi Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK UNAIR juga kerap menyelenggarakan acara-acara serupa yang bertempat di pusat-pusat perbelanjaan dan rumah sakit-rumah sakit.

Penulis: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu