Jadi Komisioner KPID Jatim, Amalia Bertekad Ciptakan Atmosfer Penyiaran Edukatif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Amalia (tiga dari kanan) dan para komisioner KPID Jatim, beserta sejumlah pejabat dan Gubernur Soekarwo pada 6 Desember lalu. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Amalia Rosyadi Putri adalah alumnus Magister Media dan Komunikasi angkatan 2013. Ibu dari satu anak ini lulus pada 2015, dan tergolong studi cepat, satu setengah tahun. Setelah tamat, dia menjadi dosen di Institut Agama Islam Tribakti Kediri. Kemudian, melanjutkan kuliah kembali di Universitas Airlangga, pada Prodi S3 Ilmu Sosial FISIP.

Mantan penyiar Radio Andika FM ini mengikuti seleksi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur tahun ini. Setelah melewati sejumlah tahapan, dia terpilih menjadi satu di antara tujuh komisioner. Tepatnya, sebagai Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran. Gubernur Soekarwo mengukuhkan dia dan rekan-rekan kerjanya pada 6 Desember 2016 lalu.

Ditanya tentang targetnya ke depan, perempuan asal Ngadiluwih, Kediri, ini menuturkan, dia dan kawan-kawannya bertekad mewujudkan atmosfer penyiaran yang sehat dan edukatif di Jawa Timur. “Televisi dan radio harus mencerdaskan warga. Tidak boleh manipulatif apalagi malah jadi corong fitnah,” ungkap penggemar kesenian wayang tersebut.

Amalia mengatakan, aktivitas penyiaran mesti berpedoman pada aturan yang berlaku. Misalnya, yang termaktub dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Bila ada yang melalukan pelanggaran, KPID setempat berwenang memberi teguran atau sanksi.

Bila berjalan sesuai rencana, dalam pekan ini, KPID akan memanggil enam lembaga penyiaran yang terindikasi melakukan pelanggaran. Tujuannya, meminta klarifikasi terkait poin-poin yang dianggap melanggar itu. Bila terbukti, KPID akan melakukan tindakan tegas.

“Penyiaran yang baik memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus yang sanggup menjawab tantangan zaman, tidak manja, dan mandiri,” papar Amalia.

Ditanya soal studi doktoralnya, Amalia memasang target lulus setidaknya tiga tahun. Dia juga berharap, akan aktif melakukan riset tentang media, baik saat kuliah maupun setelah lulus kelak. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu