‘Hospital Tour’ Prodi Kesehatan Masyarakat di RS Yasmin Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MAHASISWA peserta Hospital Tour bersama staf karyawan RS Yasmin Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/12) lalu. (Foto: Maulida Rahma D)

UNAIR NEWS – Untuk mendalami sebuah ilmu pengetahuan, tentu tidak cukup hanya dengan penyampaian teori semata. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan pemahaman materi, mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat PDD UNAIR Banyuwangi melakukan hospital tour di Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi, Kamis (8/12) pekan lalu.

Menurut Diansanto Prayoga SKM.,M.Kes, dosen mata kuliah Administrasi Rumah Sakit dan Puskesmas (ARSPKM) PDD UNAIR Banyuwangi, ini adalah kunjungan ketiga yang dilakukan oleh mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat semester III untuk studi lapangan. Sebelum ini juga melakukan kunjungan ke Dinkes Kabupaten Banyuwangi dan PT Nippon Indosari  Corpindo Tbk Pasuruan yang terkait materi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan kesehatan lingkungan.

“Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui terkait sistem informasi dan manajemen administrasi yang diterapkan secara online di rumah sakit Yasmin Banyuwangi, salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Banyuwangi yang sempat menjadi fenomenal karena kemajuan teknologi dan sistem manajemennya,” kata Prayogo.

Menurut Syifa’ul Lailiyah, dosen mata kuliah ARSPKM semester III, dengan adanya kunjungan semacam ini maka teori yang didapatkan di kelas bisa lebih dipahami. Suasana belajar menjadi nyaman dan tidak membosankan. Selain itu, intensitas untuk lebih memahami dunia kerja juga menjadi semakin besar. Kunjungan ini memberikan acuan semangat belajar bagi mahasiswa agar kelak menjadi orang sukses seperti yang ada di depan mereka.

Diterangkan oleh Saughy, manajer RS Yasmin, kunjungan ini menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena telah dipilih sebagai lokasi kunjungan untuk menimba ilmu bagi mahasiswa PDD UNAIR di Banyuwangi. Ia berharap tidak sampai disini saja, tetapi bisa berlanjut untuk kedepannya.

Seorang peserta kegiatan, Inriza Yuliandari, memberikan testimoni. Menurutnya, banyak ilmu baru diperoleh dalam kegiatan ini. Misalnya terkait mekanisme kerja sistem apotik online, sistem registrasi, managemen dan administrasi online, garansi kecepatan pelayanan, layanan badut untuk pasien anak-anak, dan pemberian souvenir perinatology berupa foto, babybook dan kalender bagi pasien bersalin. (*)

Penulis: Siti Mufaida
Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu