Ketua Departemen Gizi FKM UNAIR memberikan sambutan. (Foto: Akhmad Janni)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter2Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Seorang atlet membutuhkan perhitungan gizi yang sesuai dengan kondisi fisik dan jenis olahraga yang ditekuni. Itulah yang menjadi intisari dari seminar “Sportsnutrition: Penatalaksanaan Gizi Olahraga pada Atlet untuk Meningkatkan Performa dalam Bertanding”, Sabtu (17/12).

Seminar diselenggarakan oleh akademisi Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, di Aula Kahuripan 300. Seminar itu dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan yang menggeluti dunia olahraga dan gizi, seperti atlet, mahasiswa pendidikan olahraga, dan umum.

Seminar itu dihadiri berbagai pakar di bidangnya di antaranya adalah Dr. Sri Adiningsih, dr., MS, MCN sebagai ahli gizi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur yang juga dosen Gizi FKM UNAIR, Dr. Bambang Purwanto, dr., M.Kes dosen Fakultas Kedokteran UNAIR dan pengurus KONI Jatim, Prof. Dr. Hardinsyah., MS Ketua Umum PERGIZI PANGAN, Mury Kuswari, M.Si Ketua Umum Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI), Nazhif Gifari, S.Gz, M.Si dan Albert Juwono atlet dance sport peraih tiga medali emas PON XIX Jawa Barat.

Dekan FKM UNAIR Prof. Dr. dr. Tri Mariana, MS, yang turut hadir dan membuka acara itu menjelaskan, penatalaksanaan gizi sudah terbukti pada pelaksanaan PON XIX Jabar. “Dengan jumlah 47 medali yang diperoleh oleh mahasiswa UNAIR, salah satunya dari FKM yang memperoleh satu medali perak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Departemen Gizi Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si, menyampaikan, gizi diperlukan untuk mencapai kecerdasan dan kesehatan fisik. “Sangat perlu asupan gizi apalagi untuk atlet karena yang harus kita ingat atlet bukan sebagai alat, namun sebagai aset,” ungkap Annis.

Dosen FK UNAIR memaparkan, tentang acid atau alkali water dalam kaitannya dengan rehidrasi pasca olahraga. “Sekarang ini banyak sekali kemasan minuman mengklaim menjadi minuman yang cocok untuk diminum setelah olahraga. Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan masyarakat,” imbuhnya. (*)

Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter2Email this to someone