Dekat dengan Tanah Air, UKM Tapak Suci Gelar Latihan Alam

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto: Dokumen UKM Tapak Suci

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci, Universitas Airlangga, mengadakan diklat bagi para anggota baru pada Jumat-Minggu (16-18/12). Diklat bertajuk latihan alam kali ini dilaksanakan di Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Latihan) Hizbul Wathon, Dusun Sumbersuko, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan.

Para peserta diklat mayoritas adalah mahasiswa baru. Sebagian besar adalah mahasiswa baru UNAIR. Namun ada pula yang berasal dari luar instansi dan dari siswa SMA/SMK/sederajat di sekitar Kampus C, UNAIR. Tema diklat kali ini yaitu Membangun Kader yang Berkarakter Islam dan Bersinergi dalam UKM Tapak Suci yang Berkemajuan.

Output dari kegiatan ini nantinya adalah membentuk kader yang tidak hanya berkarakterkan Islam dan berkemajuan, namun juga bersinergi dengan UKM dan UNAIR.

Selain diisi dengan kegiatan yang dekat dengan alam, ada pemberian materi seputar keislaman, tapaksuci, Muhammadiyah, hingga manajemen organisasi. Tentu, hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan mulia yang telah tercermin dari tema yang melatarbelakangi acara.

Salah satu pemateri yang mengisi materi keorganisasian adalah Febryan Kiswanto, Presiden BEM UNAIR periode 2015. Sepanjang pemberian materi, Febryan menekankan bahwa dunia kampus tidak hanya masalah IPK, tetapi lebih dari itu.

“Apabila ingin memiliki banyak teman, menyelami beragam karakter orang, mencoba untuk berdamai dengan masalah, maka ikutilah beragam organisasi entah itu intra kampus maupun ekstra kampus. Karena sungguh merugi mereka yang hanya melalui rute monoton yaitu kuliah pulang kuliah pulang atau biasa disingkat kupu-kupu,” ujar Febryan.

Bagi Febrian, menjadi seorang aktivis organisasi adalah sebuah hiburan tersendiri untuk melawan kejenuhan rutinitas kuliah.

Pada latihan alam ini juga dilangsungkan pelantikan anggota baru dan kenaikan tingkat setelah melalui rentetan ujian fisik dan mental seperti dalam sebuah perguruan pencak silat. Di tengah-tengah sambutannya, Elok Koestantono selaku pendekar sekaligus pelatih UKM Tapak Suci UNAIR mengatakan, esensi latihan alam sebenarnya adalah untuk lebih dekat dengan tanah air tercinta.

“Tidak menjadi sebuah keanehan bila kegiatan berjibaku dengan lumpur sangat ditekankan guna memaksa para peserta untuk bercengkrama dengan tanah tumpah darah yang telah melahirkan mereka,” ujar Elok. (*)

Penulis : Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu