Dekat dengan Kehidupan, Ilmu Hukum Administrasi dan Agraria diperlukan Berkelanjutan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Dekan II Fakultas Hukum Dr Sri Winarsi

UNAIR NEWS – Disiplin ilmu hukum administrasi dan hukum agrarian terhitung yang konkret aplikasinya di masyarakat. Umumnya, pemerintah daerah setempat membutuhkan pemahaman tentang ilmu ini secara komprehensif. Jadi, para mahasiswa yang berkhidmat di ranah ini, jelas memiliki prospek bagus untuk mengabdi di masyarakat.

Ilmu ini meliputi aspek-aspek yang bersentuhan langsung dengan warga. Misalnya, soal sertifikasi tanah dan hak kepemilikan.  Termasuk, terkait keabsahan alas hak aset negara, yang dikelola pemerintah.

“Kepastian hukum di cakupan yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah setempat, selaludiperlukan dan menjadi kebutuhan secara berkelanjutan setiap waktu,” kata Wakil Dekan II Fakultas Hukum Dr. Sri Winarsi, SH., MH.

UNAIR selama ini sudah banyak mengisi peran tersebut. Dengan memberikan pengawalan, advokasi, maupun dijadikan narasumber pemda-pemda untuk berkonsultasi.

Tidak hanya di Surabaya dan Jawa Timur, sumbangsih dan kiprah ksatria Airlangga juga mencapai daerah lain di luar pulau. Di antaranya, Sumatera dan Kalimantan.

“Kami pernah diundang ke Kalimantan Utara untuk berdiskusi tentang hukum administrasi dan agraria di kawasan yang tergolong baru, hasil pemakaran itu,” ungkap perempuan kelahiran Mojokerto tersebut.

Sementara itu, Fakutas Hukum yang memiliki banyak departemen atau spesifikasi keilmuan terus berupaya menebar manfaat di masyarakat. Termasuk, mengembangkan ilmu hukum agar lebih sesuai dengan tantangan zaman.

Dekan Fakultas Hukum Prof. Dr. Abd. Shomad, Drs., SH., MH, mengatakan, secara umum kampus UNAIR memiliki tujuan untuk menjadi institusi yang melahirkanpara peneliti, pemerhati, pegiat, dan praktisi yang berakhlaqul karimah atau beretika baik.

“Ilmu hukum sesuai fitrahnya menjadi ilmu yg memiliki karakter sui generis yang sarat nilai. Termasuk, nilai keadilan berlandaskan kearifan lokal dan religiusitas. Orientasi pendidikan hukum pada upaya menghasilkan yuris profesional harus fokus dan konsensisten dilaksanakan untuk menghasilkan generasi yang berperilaku baik dan berwawasan global,” papar dia. (*)

Penulis : Rio F. Rachman
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu