Sinden UNAIR Berlaga di Muslimah Award 2016

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kurnia Puspa Yuliani saat Berada di Catwalk pada Ajang Muslimah Award 2016, Sabtu, (17/12). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kurnia Puspa Yuliani, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) UNAIR ini berhasil  menjadi finalis di ajang Muslimah Award 2016, pada Sabtu (17/12) di  Gedung Islamic Center Pamekasan, Madura. Meskipun belum mendapat predikat juara, namun Kurnia berhasil masuk dalam 20 besar dalam ajang tersebut.

Ajang ini diikuti oleh kurang lebih 81 peserta dari seluruh Jawa Timur. Layaknya penyeleksian kontes kecantikan pada umumnya, peserta Muslimah Award diseleksi dengan mengumpulkan foto dan data diri. Jika dinyatakan lolos seleksi awal, bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yakni karantina. Melalui tahap karantina ini, terpilih 20 Finalis yang akan dibimbing selama tiga hari dan mendapatkan materi seperti Public Speaking, pengetahuan seputar agama, dan juga kunjungan di beberapa objek wisata di Madura.

“Di karantina itu, kita diseleksi. Mulai membaca Al Quran, interview, dan bagaimana caranya kita syiar. Namun selama kita karantina, segala perilaku kita, kedisiplinan, keaktifan, dan bagaimana sikap kita terhadap finalis lain juga menjadi penilaian,” jelas mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Karawitan sebagai Sinden (penyanyi Jawa perempuan dalam karawitan).

Sebelum proses karantina, Kurnia mengungkapkan, ia sempat jatuh sakit dan membuatnya sempat down untuk bisa mengikuti proses karantina. Namun, berkat motivasi dari orang tuanya yang terus mendoakannya, ia kembali bersemangat dalam mengikuti segala tahapan selama proses karantina dengan baik.

“Saya ingat orang tua saya yang selalu mendoakan saya di rumah meskipun mereka tidak bisa lihat saya secara langsung. Jadi ketika sebelum memulai apapun kaya interview dan grand final, saya selalu telepon mereka,” kenang perwakilan Trenggalek di ajang tersebut.

Selain sempat sakit, Kurnia juga harus mengalami kendala lain, salah satunya lintasan Catwalk yang kurang sempurna saat malam Grand Final. Sehingga membuat Kurnia gugup dan harus ekstra berhati hati.

“Nah, di sini saya sedikit terganggu, soalnya lintasan untuk catwalk-nya nggak enak. Dan salah satu teman saya ada yang sampai jatuh ketika melintas. Tapi Alhamdulillah waktu saya jalan, saya nggak kenapa – kenapa,” ujarnya.

Meskipun belum bisa membawa pulang juara, namun Kurnia sudah cukup senang karena sudah mendapatkan hasil yang memuaskan bagi dirinya, baik secara religi maupun penampilan. “Meskipun saya tidak juara minimal saya sudah bawa nama UNAIR di 20 Besar,” pungkasnya mengakhiri. (*)

Penulis : Faridah Hari
Editor    : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu